- Balita dua tahun hilang ditemukan meninggal di Sungai Petung Pasuruan.
- Korban diduga keluar rumah melalui pintu belakang sebelum jatuh sungai.
- Keluarga menolak autopsi dan menerima kejadian sebagai musibah keluarga.
SuaraJatim.id - Seorang balita ditemukan meninggal dunia di Sunga Petung di Kelurahan Bakalan, Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan, Jawa Timur (Jatim), Rabu (11/3/2026). Sebelum ditemukan tak bernyawa, balita dua tahun itu awalnya dilaporkan hilang dari rumahnya.
Korban berinisial MA sebelumnya dilaporkan menghilang dari pengawasan orang tuanya pada pagi hari. Kejadian balita di Pasuruan ditemukan meninggal di Sungai Petung ini bermula ketika balita tersebut diduga keluar dari rumah melalui pintu belakang yang terbuka.
Lokasi rumah yang tidak jauh dari bantaran sungai diduga menjadi faktor yang menyebabkan korban terpeleset hingga masuk ke aliran sungai.
Kabar balita di Pasuruan ditemukan meninggal di Sungai Petung semakin menguat setelah keluarga melakukan pencarian di sekitar rumah namun tidak menemukan keberadaan korban. Sang ibu sempat menyusuri area lingkungan sekitar sejak pagi, tetapi upaya pencarian tersebut tidak membuahkan hasil hingga menjelang siang.
Kapolsek Bugul Kidul Kompol Hudi Supriyanto mengatakan laporan mengenai hilangnya balita tersebut diterima oleh pihak kepolisian sebelum akhirnya korban ditemukan oleh keluarga di aliran sungai.
“Korban ditemukan di bawah jembatan Sungai Petung Kelurahan Bakalan dalam keadaan meninggal dunia,” jelasnya, dikutip dari BeritJatim.
Penemuan jasad korban bermula ketika salah satu kerabat korban sedang memancing di sekitar aliran sungai sekitar pukul 11.17 WIB. Saat itu saksi melihat sosok balita dalam posisi telentang mengapung di aliran Sungai Petung, tepat di sebelah utara jembatan.
Setelah memastikan sosok tersebut adalah korban, keluarga segera mengevakuasi tubuh balita tersebut ke daratan. Mereka kemudian menghubungi petugas piket SPKT Polsek Bugul Kidul untuk meminta bantuan penanganan lebih lanjut.
Petugas kepolisian yang menerima laporan segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan proses evakuasi. Jenazah korban kemudian dibawa menggunakan mobil patroli menuju RSUD dr. R. Soedarsono guna menjalani pemeriksaan medis.
“Anggota kami segera mendatangi lokasi kejadian dan melakukan evakuasi terhadap jenazah korban ke rumah sakit,” katanya.
Pemeriksaan medis dilakukan oleh pihak rumah sakit untuk memastikan penyebab kematian korban sebelum jenazah diserahkan kembali kepada keluarga.
Pihak keluarga menyatakan menerima peristiwa tersebut sebagai musibah. Mereka juga menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah korban. Penolakan autopsi tersebut dituangkan dalam surat pernyataan resmi yang ditandatangani oleh orang tua korban serta disaksikan oleh perangkat kelurahan setempat.
Peristiwa balita di Pasuruan ditemukan meninggal di Sungai Petung ini pun menjadi perhatian warga sekitar yang sebelumnya turut membantu proses pencarian korban sejak pagi hari.
Berita Terkait
-
Kronologi Sadis Suami Siri di Madiun Bunuh dan Giling Jasad Ibu-Anak Asal Bogor Lalu Dibakar
-
Kemenkes RI Temukan Lebih dari 75 Ribu Balita Alami ISPA di Daerah Terdampak Karhutla
-
KPAI Desak Polisi Ungkap Kematian Balita yang Jatuh dari Balkon Hotel di Samarinda
-
Asap Karhutla Ancam Balita, 62.400 Anak Tercatat Mengalami ISPA
-
Kini Bus Rombongan Jakmania Dilempari di Tol, Perempuan jadi Korban, Balita Trauma
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
- Kenapa Deretan Musisi Mundur dari Rans Carnival Jogja? Ini Kronologinya
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Pendampingan Tim Patriot Brawijaya Bikin Warga Klamono-Segun Mandiri
-
Dua Kos di Surabaya Jadi Tempat Simpan Sabu, Pengedar Raup Untung Rp500 Ribu per Gram
-
Gudang Siluman hingga Masuk Gang Sempit: Siasat Licik Penjual Miras di Surabaya Dibongkar Satpol PP
-
Cekcok Pagi Berujung Maut, Pria di Blitar Tewas Dihantam Gagang Cangkul Tetangga
-
Tebing 10 Meter di Lumajang Runtuh, Ayah dan Anak 9 Tahun Tewas Tertimbun