SuaraJatim.id - Puluhan pentakziah memadati rumah duka, Budi Hartanto (28), yang diduga adalah mayat di dalam koper yang ditemukan di Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, Jawa Timur.
Safira Safa, salah seorang pentakziah mengaku ia baru mendengar kabar yang mengatakan bahwa mayat yang ditemukan di Blitar adalah gurunya. Ia tidak percaya jika guru menarinya itu menjadi korban pembunuhan.
"Hari Jumat pekan lalu saya masih komunikasi dengan beliau. Terakhir kemarin juga ada di grup, sebab ada guru menari yang juga memberi informasi lomba tari, lha beliau itu memberikan komentar, setelah itu sudah tidak ada lagi," katanya saat ditemui di rumah Budi, Kelurahan Tamanan, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, seperti dilansir Antara, Rabu (3/4) malam.
Ia mengatakan, guru menarinya itu adakah sosok yang sangat sabar dan terbuka. Bahkan, setiap kali ada anak didiknya yang mempunyai masalah, selalu didampingi serta ditanya masalahnya.
"Beliau mengajar di sanggar, orangnya baik, sabar, terbuka, tidak pernah marah. Terus, orangnya juga lucu, sepertinya tidak mungkin punya musuh," kata dia.
Ia mengungkapkan, gurunya itu mirip seperti manajer. Ketika ada pekerjaan menari, secara bergantian anak asuhnya sering diajak, termasuk dirinya pada pekan lalu yang juga diajak menari di sebuah hall di Kota Kediri.
Dalam mengajarkan menari juga luwes. Tarian yang diajarkan adalah tradisional dan modern, semuanya bisa. Ia kini masih belum percaya jika orang sebaik gurunya menjadi korban pembunuhan.
Sementara itu, hingga Rabu malam ini, para pentakziah masih memadati rumah yang bersangkutan di Kota Kediri. Ibu budi, yakni Hamidah masih terlihat sangat berduka. Bahkan, hingga kini ayah Budi, yakni Darmaji, masih di Blitar untuk keperluan menjalani tes medis, guna memastikan identitas dari mayat tersebut.
Hingga kini, polisi juga masih berupaya mengungkap kasus tersebut. Bahkan, hingga larut malam mereka masih melakukan penyelidikan termasuk di lokasi kejadian, yakni bawah jembatan Desa Karanggondang, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar.
Baca Juga: Ini Tanda Koalisi Prabowo - Sandiaga Tidak Solid Menurut Pengamat
Saat ditemukan pada Rabu pagi, tubuh mayat itu ditaruh di dalam koper berwarna hitam. Kaki korban juga sempat keluar sedikit, sehingga warga yang mengetahui kejadian itu memastikan isi di dalam koper adalah mayat.
Informasinya, bagian tubuh korban tidak utuh. Diduga, korban dimutilasi. Saat ini, polisi juga masih mencari bagian tubuh korban yang dikabarkan tidak ada tersebut.
Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Kota Blitar AKP Heri Sugiono masih enggan dikonfirmasi terkait dengan kabar korban dimutilasi. Ia hanya menegaskan akan menyampaikan hasil autopsi pada Kamis (4/4).
"Besok kami akan sampaikan hasil autopsi," kata dia.
Berita Terkait
-
Selain Dimutilasi, Mayat dalam Koper Diduga Jadi Korban Perampokan
-
Terkuak, Mayat Lelaki dalam Koper Ternyata Dancer
-
Kabur dari Lapas saat Salat, Pelarian Pembunuh Gadis Berakhir sama Tentara
-
Kondisi Tanpa Kepala, Mayat dalam Koper Diduga Korban Mutilasi
-
Mayat Dalam Koper Ditemukan dalam Posisi Meringkuk, Kemaluannya Terlihat
Terpopuler
- Cara Aktifkan Fitur End-to-End Encryption WhatsApp, Pastikan Obrolan Rahasiamu Bebas Sadap
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja
- 5 Sepatu Jalan Lokal Tanpa Tali yang Nyaman dan Anti Jebol Menurut Review
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Viral Status 'Leren Sik' Wakil Ketua DPRD Jatim: Tak Ada Potret Wapres Gibran
-
Bandara Dhoho Kediri Resmi Jadi Embarkasi Haji 2027, Layani 15 Daerah Sekaligus
-
Dukung Tumbuh Kembang Anak, BRI Prioritas Perluas Privilege Lewat Kolaborasi dengan Sequoia School
-
Janjikan Jalur Khusus Masuk Kejaksaan, Oknum Advokat di Surabaya Gasak Duit Korban Rp520 Juta
-
Babak Baru Korupsi Kebun Binatang Surabaya: Sprindik Jilid II Terbit, Aliran Dana ke Dewan Disorot