SuaraJatim.id - Kericuhan yang terjadi seusai sidang Ahmad Dhani Prasetyo di Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis (11/4/2019), memantik reaksi kuasa hukumnya.
Kuasa Hukum Ahmad Dhani, Aldwin Rahardian, mengakui tidak terima atas sikap petugas Kejaksaan Tinggi Jawa Timur yang memperlakukan kliennya secara kasar.
Aldwin mengklaim, petugas kejaksaan menarik Dhani pada bagian lehernya.
"Ditarik lehernya oleh jaksa. Ditarik-tarik kayak apa. Padahal mau ngomong sebentar ke wartawan. Ngobrol sebentar. Kayak napi teroris saja ditarik-tarik lehernya, apa-apaan," ujar Aldwin, Kamis (11/4/2019).
Lebih lenjut Aldwin menjelaskan, aksi tarik menarik tersebut terjadi karena petugas kejaksaan tidak membiarkan Ahmad Dhani bertemu wartawan.
Padahal menurutnya, pada momen sidang tuntutan tersebut, Dhani merasa ingin memberikan pernyataan secara langsung kepada media.
"Tadi di dalam ada wartawan ingin wawancara. Ya sudah kami sampaikan di depan saja. Cuma mau tanya tanggapannya tentang penundaan sidang sampai 2 minggu ini," terang Aldwin.
Sebelumnya, sidang tuntutan terhadap Ahmad Dhani Prasetyo batal dilakukan hari ini, Kamis (11/4/2019), karena jaksa belum siap membacakan berkas tuntutan.
Ketua majelis hakim R Anton Widyopriono menunda sidang selama dua minggu ke depan. Sidang bakal kembali dilanjutkan pada tanggal 23 April 2019.
Baca Juga: KPU Cek Kebenaran Surat Suara Jokowi Tercoblos di Malaysia
Kontributor : Achmad Ali
Berita Terkait
-
Ricuh saat Mau Dibawa ke Rutan, Ahmad Dhani: Allahu Akbar
-
Sidang Ahmad Dhani Ditunda, Jaksa Belum Siap Bacakan Tuntutan
-
Hari Ini, Ahmad Dhani Jalani Sidang Pembacaan Tuntutan
-
Sebut Kebiadaban Rezim Tirani, Puisi Fadli Zon untuk Ahmad Dhani
-
Ikut Kampanye Akbar, Mulan Jameela Salam Dua Jari Bareng Emak-Emak
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Harga Oli dan Ban Naik Bikin Bengkel di Jatim Kalang Kabut, Kelas Menengah Ikut Terjepit
-
Penambang Pasir Lumajang Terbakar Material Sisa Letusan Gunung Semeru 6 Bulan Lalu
-
Jelang Suro: Polsek Widodaren Sita 10 Knalpot Brong di Parkiran Sekolah
-
Bukan Sekadar Bangunan, Sekolah Rakyat Pasuruan Hadir dengan Fasilitas Mewah dan Ramah Disabilitas
-
Terhempas Jalan Bergelombang, Pemuda Bangkalan Tewas Terseret Truk 200 Meter di Jombang