SuaraJatim.id - Hanya ada tujuh orang pasien di Rumah Sakit Jiwa Menur, Provinsi Jawa Timur yang melakukan pencoblosan di Pemilu 2019, Rabu (17/4/2019), hari ini. Bahkan, fasilitas logistik pemilu di RS Jiwa itu kurang memadai.
Menurut pengamatan Suara.com, fasilitas seperti kotak suara yang ada di tempat pemungutan suara (TPS) di RSJ Menur itu hanya menggunakan kardus bekas dari mi instan.
Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Penunjang Medik RSJ Menur Yulius Effendi mengaku sedikitnya jumlah pemilih itu karena hanya tujuh pasien yang memenuhi syarat untuk bisa mencoblos.
"Jadi memang ada kriteria yang memang didaftarkan sesuai ketentuan dari KPU," ujarnya, Rabu (17/4/2019).
Alasan Yulius cukup mendasar, ia melakukan seleksi agar tidak ada kekeliruan dalam perhitungan nantinya.
"Karena memang banyak dari pasien ini dari luar kota dan KTP ada yang tidak ada jadi itu tidak bisa didaftarkan masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT)," imbuhnya.
RSJ Menur mulanya mendaftarkan sekitar 200 orang yang akan didaftarakan masuk dalam DPT pada Pemilu 2019. Namun setelah itu diseleksi kembali menjadi 65 orang pasien gangguan jiwa. Setelah itu RSJ Menur kembali melakukan seleksi sebanyak 34 orang yang benar benar memiliki tingkat koknisi yang cukup baik dan direkomendasikan oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa Indonesia (PDSKJI). Hal ini langsung didaftarkan ke KPU Surabaya untuk dapat masuk dalam DPT.
"Tapi yang disetujui oleh KPU itu hanya tujuh orang yang memiliki kelengkapan yang dibutuhkan oleh KPU, dan terakhir terpilih 7 orang yang layak ikuti Pilpres tahun ini" ungkapnya
Kontributor : Dimas Angga Perkasa
Baca Juga: LSI Denny JA: Jokowi Dipilih Kaum Minoritas, Wong Cilik, dan Muslim
Berita Terkait
-
Lama di Bilik Suara, Ternyata Napi Wanita di Lapas Bulu Ada Masalah Ini
-
Jessica Iskandar Tampil Unik dan Modis saat Mencoblos
-
KPU Akan Investigasi Soal Keterlambatan Logistik Pemilu di Papua
-
Warga Kampung Akuarium: Presiden Baru Jangan Menggusur Lagi
-
Ahmad Dhani Nyoblos Usai Mandi, Setelah Itu Vanessa Angel
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
Terkini
-
Datang ke Pendopo Ingin Menghadap Plt Bupati Tulungagung, Kadis Damkar Kaget Disambut Tim KPK
-
Batu Raksasa Terjang Fortuner di Jalur Trenggalek-Ponorogo, Jalur Nasional Lumpuh Total
-
Akhir Pelarian Ratu Kredit Fiktif Rp9,6 Miliar Asal Surabaya: 6 Tahun Sembunyi Diciduk di Jaksel
-
Bocah 3 Tahun di Kediri Tewas dengan Tubuh Penuh Lebam: Ayah, Ibu, dan Nenek Dibawa Polisi
-
Mencekam! Detik-Detik Kades di Lumajang Dibantai Belasan Pria Misterius di Rumah Sendiri