SuaraJatim.id - Viral video penghancuran belasan telepon seluler (ponsel) milik santri menggunakan palu menghebohkan jagad media sosial (medsos) dalam beberapa hari terakhir.
Dalam video berdurasi 17 detik tersebut diketahui penghancuran ponsel tersebut dilakukan di Komplesk Pondok Pesantren Wali Songo (PPWS) Desa Ngabar Kecamatan Siman Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur beberapa waktu silam.
Menanggapi viralnya video tersebut di medsos, Humas PPWS Muhammad Qoirul menjelaskan aksi tersebut. Dalam penjelasannya, penghancuran ponsel milik santri tersebut sudah terjadi sejak lama.
Bahkan, Qoirul mengemukakan PPWS menetapkan aturan larangan membawa alat komunikasi di lingkungan pondok kepada para santri.
"Santri maupun orangtuanya sudah mengetahui aturan tersebut sejak awal mereka daftar di pondok ini," katanya saat ditemui Beritajatim.com - jaringan Suara.com pada Selasa (25/6/2019).
Menurut Qoirul, selama ini tidak ada masalah dengan keberadaan peraturan tersebut bagi para santri. Lebih jauh, ia mengungkapkan permasalahan ponsel santri yang dihancurkan sudah ditutup dan selesai, karena hal tersebut sudah menjadi kebijakan pesantren dan tidak bisa dimasuki oleh publik.
Meski begitu, diakui Qoirul, pihak pondok pesantren menerima saran dan kritik yang bersifat konstruktif.
"Kalau santri tetap melanggar, pilihannya hanya ada dua yakni hp disita terus dihancurkan, atau santri itu siap keluar dari pondok," tegasnya.
Baca Juga: Viral! Ponsel Siswa Dihancurkan Pakai Palu, Ponpes Ngabar Beri Klarifikasi
Berita Terkait
-
Viral! Ponsel Siswa Dihancurkan Pakai Palu, Ponpes Ngabar Beri Klarifikasi
-
Kisah Gus Ali Gondrong, Berdakwah di Diskotik Hingga Sarang Preman
-
Pelaku Rekayasa Video Minta Maaf Langsung, Ini Reaksi Gus Mus
-
Jual Rumah Rp 35 Juta karena Isu Kiamat, Nanik Sesali Tindakan Sang Anak
-
Jokowi Janji Bangun 3.000 BLK Komunitas di Ponpes Pada 2020
Terpopuler
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- Operasi Politik Presisi Prabowo: Preteli Siji-siji
- Kekayaan Jusuf Hamka yang Dilaporkan Hary Tanoesoedibjo ke Polisi
- Jaksa Agung Burhanuddin Muncul di Istana, Bantah Bakal Dilantik jadi Jampidum
- 3 Sepatu Lokal Paling Nyaman dan Empuk untuk Jalan Terbaik Menurut Review
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Terjerat Dugaan Pungli, Oknum Lurah di Surabaya Dicopot Jadi Staf Perpustakaan
-
Dituding Santet Anaknya, Kakek 70 Tahun di Sampang Dihabisi Tetangga: Pelaku Tidak Menyesal
-
Berniat Bongkar Dinding, Kakek 69 Tahun di Magetan Tewas Tertimpa Tembok Rumah Tua
-
BRI Perkuat Sport Tourism Indonesia lewat Dukungan untuk MotoGP 2026
-
Gerbong Mutasi Bergerak: Putra Bojonegoro Irjen Dekananto Ditunjuk Jadi Kapolda Jatim Baru