SuaraJatim.id - Seorang pengacara cantik di Surabaya mendapat intimidasi dan disekap selama kurang lebih tiga jam di salah satu ruang Luxor Pup Surabaya. Penyekapan itu diduga dilakukan orang suruhan mantan manager DJ dari Exotica Management Luxor Pup Surabaya.
Penyekapan pengacara bernama Ni Luh Komang Ayu, SH, MH juga diduga ada peran serta pemilik Exotica Managemen, Heri yang bekerja sama dengan Bayu yang juga seorang DJ dan beberapa orang sewaan.
Kini, kasus penyekapan tersebut telah dilaporkan ke Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jatim untuk ditindaklanjuti.
"Hari ini saya resmi melapor ke Polda Jatim. Yang saya laporkan adalah pemilik Exotica Managemen atas nama Heri. Karena di Luxor Pup saya hanya kenal Heri. Jadi ada dugaan kerja sama dia," terang Ni Luh Komang Ayu, Selasa (15/10/2019) malam.
Dijelaskan perempuan yang biasa disapa Ayu ini, pada 26 Juni 2019, dia memenuhi undangan ke Luxor Pub. Di tempat itu Ayu juga diminta menampilkan keahliannya sebagai DJ yang sudah lama tidak dipraktekkan.
Usai tampil, tiba-tiba salah satu Dj resident Luxor dibantu beberapa orang berbadan kekar memaksa Ayu untuk menuju ke ruangan khusus. Sampai di ruangan tersebut tiba-tiba, pintu ditutup rapat dan lampu dibiarkan redup sehingga tak bisa melihat secara jelas.
Mendapat perlakuan seperti itu, otomatis Ayu bersama dua asistennya merinding karena khawatir mendapat perlakuan yang tidak diinginkan. Ayu tersadar ketika seseorang yang dikenal mendesak supaya dirinya mencabut laporan ke polisi terkait kasus DJ Monalisa yang sedang ditaganinya.
"Ternyata saya disekap di ruangan gelap itu untuk dipertemukan dengan Heri pemilik Exotica Managemen. Tujuannya supaya saya tidak mendapingi DJ Monalisa sebagai kuasa hukum," ujar Ayu.
Sekitar 3 jam disekap di ruangan gelap tak ber AC, mantan caleg DPRD Jatim dari Partai Demokrat dari Dapil Madura itu akhirnya dilepaskan jelang subuh.
Baca Juga: Tinggal di Rumah Kosong, Pasutri Terduga Teroris Dibekuk Densus
Usai kejadian tersebut, Ayu merasa takut jika keluar kemana-mana sendirian sehingga terpaksa melaporkan kejadian tragis yang dialami tersebut ke Polda Jatim.
"Kasus laporan saya ini sekarang ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polda Jatim. Hari ini saya baru saja memenuhi panggilan pemeriksaan," bebernya.
Ia berharap kasus yang menimpa dirinya ini tidak terulang dan terjadi kepada teman-teman seprofesi khususnya advocat perempuan di Indonesia dan memiliki keberanian dalam membela kebenaran dan keadilan.
"Mudah-mudahan apa yang saya alami ini mampu menginspirasi kaum perempuan khususnya pengacara perempuan untuk lebih berani menegakkan keadilan dan kebenaran di Indonesia," pungkas Ni Luh Komang Ayu di dampingi sejumlah pengacara yang tergabung dalam HAMI Jatim.
Kontributor : Achmad Ali
Tag
Berita Terkait
-
Pasca Penusukan Wiranto, Polda Jatim akan Mendeteksi Kelompok Anarki
-
Belum Penuhi Panggilan, Kapolda Jatim Sebut Kasus Veronica Koman Berlanjut
-
Polda Jatim Tangkap Komplotan Pembunuh Sales Motor di Pasuruan
-
Polda Jatim Tutup 51 Akun Media Sosial Penyebar Hoaks terkait Polisi
-
Bawa Keranda Mayat, Mahasiswa Injak-injak Kawat Berduri di DPRD Jatim
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
BRI Hadirkan Harapan Baru Bagi Mantan Pekerja Migran Indonesia Melalui KUR dan Pemberdayaan UMKM
-
Maut Menjemput Usai MPLS: Tabrakan Beruntun 4 Motor Pelajar di Ngawi, Satu Siswa SMK Tewas
-
Gudang Amunisi TNI AD di Madiun Meledak, Satu Prajurit Gugur
-
Gelap Mata karena Tunangan Digoda: Sabetan Samurai Pemuda Lumajang Berakhir 12 Jahitan
-
Petaka Tol Pandaan-Malang: Mobil Satu Keluarga Asal Surabaya Hancur Dihantam Fuso, 5 Tewas