SuaraJatim.id - Warga bernama Herry Pahlawan (41) sempat ditangkap aparat kepolisian lantaran ulahnya memeras seorang warga di Desa Singkalan, Balongbendo, Sidoarjo, Jawa Timur.
Dari hasil penyelidikan, motif pemerasan yang diduga dilakukan pecatan TNI AD itu karena tak punya uang untuk ongkos pulang ke Surabaya.
Kapolsek Balongbendo Kompol Sugeng Purwanto kepada Jatimnet.com, Jumat (22/11/2019), mengatakan, modus meminta sumbangan kecamatan, Herry itu meminta uang kepada warga dengan menggunakan seragam tentara.
"Dia minta dengan baik-baik, tidak banyak (Rp 200.000). Terus ditanya korban untuk apa? Katanya sumbangan kecamatan. Tapi kenapa pakai seragam TNI,” ujar Sugeng.
Pemilik rumah, lanjut Sugeng, meminta Herry menunggu karena akan menelpon Polsek Balongbendo. Mendengar hal itu, ia pun kabur, lari ke luar rumah korban.
Melihat Herry lari, korban lalu teriak. “Kebetulan ada kerja bakti terus ditangkap. Tapi dia (Herry) belum menerima uang. Kalau terima uang baru ada unsur pidananya," katanya.
Setelah diringkus Herry Pahlawan sempat dimedasi petugas dengan warga yang menjadi korban dugaan pemerasaan. Lantaran korban tak menuntut untuk membawa kasus ini ke jalur hukum, akhirnya polisi kembali melepas Herry.
"Sekarang yang bersangkutan sudah kami serahkan ke keluarganya. Tapi pakaian (atribut TNI AD) kami amankan, supaya tidak diulangi lagi," katanya.
Baca Juga: Kapolri Idham Klaim Siap Copot Anak Buah Jika Peras Pengusaha
Berita Terkait
-
Geger Telur Terkontaminasi Dioksin, Khofifah Beri Alternatif Bahan Bakar
-
Joki Balap Liar di Sidoarjo Ternyata Pembalap Profesional, Ini Sosoknya
-
Insiden Sidoarjo, Saksi: Sopir Elf Mau Bawa Kabur Mobil Dinas TNI
-
Emosi di Jalan, Sopir Elf Turunkan Paksa Sopir Mobil Dinas TNI di Sidoarjo
-
Kisah 4 'Desa Hantu' di Sidoarjo, Hingga Dihapus dari Daftar Negara
Terpopuler
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- Bau Babi di Kapal ASDP Tuai Keluhan Penumpang, Pemerhati Usul Kapal Khusus Ternak dari APBN
- Penyekapan 10 Calon ART Gegerkan Surabaya, Pemkot Segel Penampungan di Kedung Anyar
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
Warga Madiun Gelar Doa Bersama, Berharap Bagian Tubuh Korban Pembunuhan Ditemukan
-
48 Adegan Prarekonstruksi Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun, Tiga Lokasi Ditelusuri
-
Angin Kencang Terjang Bondowoso, 4 Rumah Rusak dan Kerugian Capai Rp25 Juta
-
Tinggalkan Hotel Demi Jemput Istri Sah, Motif Cemburu di Balik Jagal Ibu dan Balita di Madiun
-
Buyback BRI Berlanjut, Aset Tumbuh 11,7% pada Semester I 2026