SuaraJatim.id - Sebanyak 6.000 orang warga Desa Jabalsari, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung dikarantina karena takut tertular virus corona. Mereka dikarantina karena menghadiri tahlilan kematian salah satu warga di desa yang sama.
Masyarakat di Desa Jabalsari dilarang keluar masuk wilayah. Langkah ini diambil menyusul adanya penyebaran virus corona lokal yang terjadi di wilayah itu. Sejumlah jalan tikus sudah dipasang barrier berupa kayu melintang. Sedangkan jalan utama masih dengan dalam proses persiapan.
"Nanti TNI Polri tentu akan berjaga disana. Paling tidak estimasi kita akan ada anggota yang diterjunkan sekitar enam puluh sampai tujuh puluh orang," kata Wakapolres Tulungagung, Kompol Yoghi Hadisetiawan, Kamis (23/4/20).
Kekinian, petugas keamanan mendata jumlah lokasi yang perlu dijaga. Hal ini untuk memastikan tidak ada warga yang keluar masuk ke Jabalsari. Penjagaan ini akan dilakukan efektif pada Jumat (24/4/2020) besok.
"Ini kita lakukan biar penyakit yang didalam tidak keluar dan yang diluar tidak masuk kedalam. Efektif (pemberlakuan karantina wilayah) besok. Pingin sekarang tapi kita butuh persiapan termasuk menghitung titik mana saja dan menentukan kekuatan personil," ungkap Yoghi.
Pemberlakuan karantina wilayah di Desa Jabalsari ini diawali adanya warga terpapar virus corona dari Klaster tiga. Saat itu pasien sedang menunggu orang tuanya yang sedang sakit di RSUD dr. Iskak Tulungagung. Setelah orang tuanya meninggal, pasien lalu menggelar tahlilan, mengundang banyak orang untuk datang ke rumahnya. Belum genap hari ketujuh, pasien menderita sakit lalu dirawat di RSUD dr. Iskak dengan status PDP.
Beberapa hari dirawat, pasien dinyatakan sembuh secara klinis. Pasien lalu pulang ke Jabalsari. Beberapa hari kemudian, hasil swab keluar dan menyatakan pasien positif covid-19. Petugas lalu melakukan traccing dan warga di-rapid test.
"Hasilnya ada enam warga yang dinyatakan positif rapid test," kata Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Kabupaten Tulungagung, Sukadji.
Hasil traccing lainnya, ternyata warga yang menganggap sepele covid-19 masih menggelar tradisi megengan atau kenduri sebelum memasuki bulan Ramadan. Alhasil, tujuh orang lainnya dinyatakan positif rapid test sehingga total ada 13 warga yang kemudian dikarantina dan berstatus PDP.
Baca Juga: Melly Goeslaw : Ini Ramadan Terbaik Sepanjang Hidup Saya
Tak ingin meluas, Pemkab Tulungagung memutuskan karantina wilayah untuk Desa Jabalsari. Terbaru, enam ratus orang telah menjalani rapid test.
Karantina wilayah ini akan diberlakukan mulai Jumat (24/4/2020) besok. Menurut Sukadji, seluruh kebutuhan makanan warga akan dicukupi. Pemkab juga akan membangun dapur umum.
Tidak seluruh warga nantinya akan menjalani rapid test. Warga dengan kriteria tertentu yang akan diwajibkan menjalani rapid test salah satunya yang memiliki orang renta di rumahnya.
Sukadji belum bisa menyebutkan besaran anggaran yang disiapkan mengingat petugas masih terus mengupdate kebutuhan yang harus dicukupi.
"Anggarannya menyesuaikan, kami masih belum bisa menyebutkan berapa alokasinya. Kalau misalnya kurang nanti ditambahin. Sampai kapan? Ya sampai kondisinya membaik. Paling tidak selama satu bulan," tegasnya.
Desa Jabalsari dihuni sekitar 1.900 Kepala Keluarga (KK) dengan jumlah penduduk sekitar enam ribu jiwa. Pemdes Jabalsari juga sudah melakukan sosialisasi kepada warga. Sejumlah jalan tikus dan gang sudah ditutup demi memastikan warga tidak keluyuran.
Berita Terkait
Terpopuler
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 9 HP Redmi RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan, Lancar Jaya Dipakai Multitasking
- Semurah Xpander Sekencang Pajero, Huawei-Wuling Rilis SUV Hybrid 'Huajing S'
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
- 5 Lem Sepatu Kuat Mulai Rp 3 Ribuan: Terbaik untuk Sneakers dan Bahan Kulit
Pilihan
-
Kutukan Pelatih Italia di Chelsea: Enzo Maresca Jadi Korban Ketujuh
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
Terkini
-
BRI Catat Sederet Prestasi dan dan Kontribusi untuk Negeri di Sepanjang Tahun 2025
-
Gunung Semeru Erupsi 3 Kali dalam Sehari, Waspada Ancaman Awan Panas untuk Warga Lumajang!
-
Banjir Sumatera, BRI Group Fokus pada Pemulihan Kesehatan dan Kebutuhan Dasar Pascabencana
-
Hari Ibu 2025, Gubernur Khofifah Dorong Penguatan Perlindungan dan Pemberdayaan Perempuan Jatim
-
BRI Raih Penghargaan atas Komitmen terhadap Penguatan Ekonomi Kerakyatan