SuaraJatim.id - Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jatim, dr Joni Wahyuhadi memastikan bahwa pegawai pabrik rokok PT HM Sampoerna yang masih diisolasi di sebuah hotel yang dirahasiakan tersisa 46 orang.
Sementara itu, total kasus positif klaster Sampoerna telah mencapai 65 kasus, dan 2 di antaranya telah meninggal dunia.
Dilansir dari Beritajatim.com, tercatat ada 165 pegawai Sampoerna yang melakukan test swab PCR mandiri sejak 14 April 2020, hingga saat ini belum keluar hasil tesnya dan terus dilakukan tracing. Total klaster Sampoerna mencapai 500-an orang.
“Sampai siang tadi tinggal 46 orang yang ada di hotel, yang lain telah dipindahkan di sebuah RS Swasta. Saya sudah kontak direkturnya dan segera dilakukan swab. Mereka yang di RS tidak menunjukkan gejala berat, tapi ringan. Nah, yang 46 orang di hotel itu sedang diupayakan untuk dipindah ke hotel lain. Hotel pertama sudah tidak bersedia lagi,” katanya kepada wartawan di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin (4/5/2020) malam.
Sementara itu, Ketua Rumpun Tracing Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jatim, dr Kohar Hari Santoso menambahkan, mereka yang hasil rapid testnya tidak reaktif atau tidak positif dilakukan isolasi mandiri di kos-kosannya.
“Kami telah bicara dengan perusahaan. Mereka akan dilakukan pemeriksaan ulang rapid test dan test swab. Baru setelah itu, dilakukan tindakan lanjutan. Yang pasti hingga saat ini belum ada second layer atau penularan di lapis kedua untuk Klaster Sampoerna, seperti tetangga atau keluarganya,” tuturnya.
Dokter Kohar bercerita bahwa dirinya mendapatkan informasi dari seorang Satpol PP yang memiliki tetangga pegawai Sampoerna dan berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP).
“ODP Sampoerna yang isolasi di rumah ini masih keluyuran. Saya tanya keluyuran ke luar rumah apa cari kebutuhan hidup? Ternyata jawabnya iya. Ini yang perlu diawasi dan tetangga sekitarnya bisa membantu memberikan bahan makanan,” katanya.
Baca Juga: Kabar Terbaru Nasib Karyawan HM Sampoerna yang Positif Corona
Berita Terkait
-
Dokter Penyelamat PM Inggris Sebut Covid-19 sebagai Polio Generasi Saat Ini
-
Kabar Baik, Korea Selatan Siap Buka Kembali Sekolah Minggu Depan
-
Puluhan Jenazah dengan Bau Menyengat Ditemukan di Truk Mayat di New York
-
Helwa Beautycare Galang Dana dan Sumbangkan Vitamin untuk Melawan Covid-19
-
Takut Virus Corona Covid-19, Banyak Orang Akhirnya Berhenti Merokok
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Penambang Pasir Lumajang Terbakar Material Sisa Letusan Gunung Semeru 6 Bulan Lalu
-
Jelang Suro: Polsek Widodaren Sita 10 Knalpot Brong di Parkiran Sekolah
-
Bukan Sekadar Bangunan, Sekolah Rakyat Pasuruan Hadir dengan Fasilitas Mewah dan Ramah Disabilitas
-
Terhempas Jalan Bergelombang, Pemuda Bangkalan Tewas Terseret Truk 200 Meter di Jombang
-
Dramatis! Penyelamatan Balita yang Terjebak dalam Mobil Terkunci di Mojokerto