Chandra Iswinarno
Sabtu, 23 Mei 2020 | 22:14 WIB
Ilustrasi ambulans. (Pixabay/arembowski)

SuaraJatim.id - Polisi dari Polres Tabanan memaksa satu mobil ambulans dari komunitas info Warga Jember Ambulance Korwil Bali yang diduga angkut pemudik. Ambulans tersebut diminta putar balik di Pos Sekat Selabih, Tabanan, Bali.

Kasatlantas Polres Tabanan Iptu Ni Putu Wila Indrayani membenarkan, pihaknya kemarin meminta sopir mobil ambulans itu untuk putar balik.

"Karena tidak ada surat-suratnya, kami minta putar balik," kata Wila Indrayani saat dihubungi Antara dari Denpasar pada Sabtu (23/5/2020) malam.

Menurut keterangan sopir ambulans, pihaknya menerima telepon dari seseorang untuk meminta bantuan. Kemudian, si penelepon itu menunggu di depan klinik daerah Kediri Tabanan untuk diantar ke Jember, Jawa Timur.

"Setelah dapat telepon, sopir ambulans itu langsung menjemput orang yang mengaku sakit tifus. Namun, hasil pemeriksaan laboratorium klinik di Tabanan menunjukkan bahwa orang tersebut dalam keadaan sehat," kata Wila.

Selain itu, dari hasil pengecekan dalam mobil ambulans, lanjut dia, tidak ada pendampingan dari tenaga medis dan peralatan medis. Mendapati hal tersebut, petugas di Pos Sekat Selabih memerintahkan ambulans tersebut putar balik lantaran perjalanannya tak dilengkapi surat rujukan dan kelengkapan surat keterangan jalan.

Pihak yang menelepon sopir ambulans itu, kata dia, adalah seorang perempuan bersama anaknya yang berasal dari Banyuwangi, Jawa Timur.

"Saat dilakukan pengecekan, sempat ada penolakan. Namun, setelah mendapatkan penjelasan dan pengertian bagaimana prosedur penanganan Covid-19 dan bagaimana aturan mudik, ambulans itu langsung balik kanan," katanya. (Antara)