SuaraJatim.id - Seorang pelaku pencurian malah merugi setelah aksinya tepergok korban, Mukhtarom (41), warga Dusun Dawung, Desa Grabagan, Kecamatan Grabagan, Kabupaten Tuban, Jumat (19/6/2020).
Dikutip Suara.com dari Berita Jatim, pencuri itu justu meninggalkan sepeda motornya di pinggir jalan karena ketakutan dikejar korban setelah ponselnya dibawa kabur
Kini barang bukti sepeda motor sudah diamankan di Polsek Grabagan, Polres Tuban dan petugas masih melakukan pencarian terhadap pelaku pencurian dengan engincar rumah yang sepi itu.
Informasi yang dihimpun Beritajatim.com, aksi pencurian di siang bolong yang dilakukan seorang pria yang berhasil kabur itu berawal saat korban Mukhtarom itu baru selesai mandi. Tiba-tiba korban mengetahui ada pelaku itu yang mengambil handphone milik korban yang saat itu sedang dicas di ruang tamu dengan posisi pintu rumah terbuka.
“Pelapor (korban) yang baru selesai mandi itu mengetahui ada orang yang tidak dikenal masuk ke dalam rumahnya dan langsung mengambil HP. Pelapor yang tahu langsung berteriak maling-maling,” kata AKP Ali Kanta, Kapolsek Grabagan, Polres Tuban.
Merasa terancam lantaran ketahuan mencuri HP merek Vivo itu, pelaku yang masih diburu oleh petugas kepolisian itu langsung berusaha kabur dengan menggunakan sepeda Supra X 125 S 3780 YO. Namun, korban berhasil merebut kunci sepeda motor dan HP Vivo itu dari pelaku yang membawa bronjong layaknya orang berjualan itu.
“Meski kuncinya berhasil direbut oleh pelapor, pelaku langsung berusaha kabur dengan mengendarai sepeda motornya tanpa kunci karena memang jalannya menurun. Korban bersama istrinya langsung melakukan pengejaran,” tambahnya.
Ketika dilakukan pengejaran oleh korban bersama istrinya pelaku berhasil kabur sekitar satu kilometer ke arah selatan dengan mengendarai sepeda motor yang tidak menyala itu. Akhirnya, setelah berhasil didekati oleh korbannya itu pelaku langsung meninggalkan sepeda motornya bersama barang yang ada dimotornya tersebut.
“Kita masih melakukan penyelidikan lebih lanjut dengan melakukan olah TKP dan mencari keterangan para saksi. Sedangkan barang bukti sepeda motor pelaku bersama dengan rombong (bronjong) yang berisikan 8 pasang sepatu dan satu pasang sandal kita amankan untuk proses lebih lanjut,” kata dia.
Baca Juga: Cerita Wanita Maling Babi Peliharaan, Awalnya Bertamu ke Rumah Teman
Berita Terkait
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Polsek Mampang Ungkap Fakta Kasus Nabilah O'Brien: Beda Perkara Pencurian dan Laporan ITE
-
Tampang Pencuri Uang Takziah di Kramat Jati Teridentifikasi, Polisi Buru Pelaku Spesialis Melayat
-
Aksi Koboi Curanmor di Tanjung Duren Terekam CCTV, Polisi Ringkus Dua Pelaku
-
Pengkhianatan Cinta di Pademangan: Pria Ini Bobol Rumah Calon Mertua, Gondol Harta Rp400 Juta
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
RSUD Dr Soetomo Peringkat Pertama Nasional SCImago International Rankings 2026 Sektor Kesehatan
-
Harga Oli dan Ban Naik Bikin Bengkel di Jatim Kalang Kabut, Kelas Menengah Ikut Terjepit
-
Penambang Pasir Lumajang Terbakar Material Sisa Letusan Gunung Semeru 6 Bulan Lalu
-
Jelang Suro: Polsek Widodaren Sita 10 Knalpot Brong di Parkiran Sekolah
-
Bukan Sekadar Bangunan, Sekolah Rakyat Pasuruan Hadir dengan Fasilitas Mewah dan Ramah Disabilitas