Wakos Reza Gautama
Kamis, 06 Agustus 2026 | 20:01 WIB
Seorang mahasiswa di Surabaya melahirkan bayinya sendirian di dalam kamar kos yang berlokasi di Jalan Gubeng Kertajaya 9E, hari Rabu kemarin (5/8/2026). Bayi itu dikabarkan sudah meninggal dunia. [beritajatim.com]
Baca 10 detik
  • Seorang mahasiswi kedokteran hewan asal Temanggung melahirkan seorang diri di kamar kos Jalan Gubeng Kertajaya 9E pada Rabu pagi, 5 Agustus 2026.
  • Anak pemilik kos mendobrak pintu dan menemukan mahasiswi tersebut pingsan bersimbah darah beserta bayinya yang sudah dalam kondisi meninggal dunia.
  • Polisi memasang garis polisi dan melakukan olah tempat kejadian perkara untuk menyelidiki kejanggalan serta penyebab pasti kematian bayi tersebut.

SuaraJatim.id - Rabu pagi (5/8/2026) di penghuni kos di Jalan Gubeng Kertajaya 9E, Surabaya, geger. Di salah satu kamar kos terdengar jeritan melengking seorang bayi yang baru saja menghirup udara dunia.

Di balik pintu kamar yang terkunci, seorang mahasiswi tingkat akhir berjuang sendirian melawan rasa sakit luar biasa, tanpa bantuan medis, tanpa pendamping.

Uti, salah seorang warga sekitar, masih ingat betul detak waktu saat peristiwa itu terjadi sekitar pukul 08.00 WIB.

Tangisan bayi yang sempat ia dengar memberikan harapan akan adanya kehidupan baru, namun senyapnya suasana setelah itu justru memicu kecemasan.

"Ya, sempat dengar tangisan bayi sangat kencang, mungkin itu baru saja lahir. Tapi tidak lama, suaranya hilang," kenang Uti saat ditemui di lokasi, Kamis (6/8/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.

Rasa curiga membuat anak pemilik kos memutuskan untuk mendobrak pintu kamar. Pemandangan di dalamnya begitu memilukan.

Mahasiswi ditemukan pingsan bersimbah darah, sementara bayi yang baru saja lahir itu sudah tak lagi bernyawa. Keluarga pemilik kos langsung melarikan sang ibu ke rumah sakit, namun takdir berkata lain bagi si buah hati.

Kasus ini menyisakan tanda tanya besar yang kini tengah diurai oleh pihak kepolisian. Pada Kamis sore, garis polisi melingkar di area kos tersebut. Tim penyidik melakukan olah TKP intensif, bahkan dikabarkan mengambil sisa ari-ari yang masih tertinggal di dalam kamar.

Kematian bayi ini dianggap janggal. Uti menyebutkan ada bekas kemerahan yang tampak di bagian hidung bayi mungil tersebut, sebuah detail kecil yang kini menjadi fokus penyelidikan polisi untuk memastikan apakah ada unsur kekerasan atau murni komplikasi persalinan mandiri.

Baca Juga: Akui Persib Favorit, Bernardo Tavares: Persebaya Datang Bukan untuk Menyerah

Sosok ibu muda ini bukanlah orang baru di lingkungan Gubeng Kertajaya 9E. Ia adalah mahasiswi semester akhir dari Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) salah satu universitas terkemuka. Berasal dari Temanggung, Jawa Tengah, ia telah menghuni kos tersebut selama empat tahun terakhir.

Ironisnya, sebagai mahasiswi kedokteran hewan yang terbiasa mempelajari anatomi dan proses kelahiran, ia justru harus menghadapi persalinannya sendiri dalam kondisi yang begitu tragis dan tertutup.

"Sudah lama tinggal di sini, sekitar empat tahun karena memang sudah semester akhir," tambah Uti.

Load More