- BPBD Lumajang mencatat enam kecamatan mengalami krisis air bersih akibat musim kemarau panjang.
- Empat armada truk tangki dikerahkan setiap hari untuk mendistribusikan bantuan air bersih kepada warga.
- Distribusi air bersih dibantu oleh BBWS Kementerian PU dan program CSR guna memenuhi kebutuhan warga.
SuaraJatim.id - Krisis air bersih di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, terus meluas seiring berlangsungnya musim kemarau.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang mencatat sedikitnya enam kecamatan terdampak kekeringan, dengan jumlah titik distribusi air bersih yang terus bertambah.
Enam kecamatan yang mengalami krisis air bersih meliputi Ranuyoso, Klakah, Kedungjajang, Gucialit, Padang, dan Senduro.
Warga di wilayah tersebut kini bergantung pada bantuan air bersih yang didistribusikan BPBD untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Salah seorang warga Kecamatan Gucialit, Suriyati, mengaku telah mengalami kesulitan memperoleh air bersih selama dua bulan terakhir. Menurutnya, debit sumber mata air di wilayahnya terus menurun akibat musim kemarau.
"Sudah dua bulan ini krisis airnya. Ada sumur bor, tetapi tidak cukup, jadi bergantung pada dropping air," kata Suriyati melansir Beritajatim--jaringan Suara.com, Kamis (6/8/2026).
Kepala Bidang Kedaruratan dan Rehabilitasi BPBD Lumajang, Yudhi Cahyono, mengatakan pihaknya telah mengerahkan empat armada truk tangki untuk mendistribusikan air bersih ke wilayah terdampak.
Setiap armada mampu melakukan hingga enam kali pengiriman air setiap hari guna memenuhi kebutuhan masyarakat.
"Kami sudah mengantisipasi dengan menyiapkan empat armada tangki. Masing-masing armada melakukan enam rit pengiriman setiap hari," kata Yudhi.
Baca Juga: Jejak Brutal MYF: Pembacok Samurai di Lumajang yang Ternyata Predator Pemerkosa Driver Ojol
Menurutnya, kebutuhan air bersih diperkirakan akan terus meningkat karena jumlah lokasi yang mengalami kekeringan bertambah. Saat ini BPBD mencatat terdapat delapan titik tambahan yang memerlukan distribusi air bersih.
Meski demikian, Yudhi memastikan kebutuhan masyarakat tetap diupayakan terpenuhi melalui dukungan berbagai pihak, termasuk Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Kementerian Pekerjaan Umum dan bantuan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
"Saat ini ada tambahan delapan titik. Alhamdulillah sejak mulai dropping, kami juga mendapat bantuan dari BBWS Kementerian PU dan program CSR sehingga distribusi air tetap berjalan," ujarnya.
BPBD Lumajang terus memantau perkembangan dampak musim kemarau dan memastikan distribusi air bersih dilakukan secara bertahap agar kebutuhan warga di wilayah terdampak tetap terpenuhi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Viral Video Ulama Houthi Serukan Serangan ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
- 6 HP Samsung Terbaik 2026! Mulai dari Kelas Flagship Hingga Entry-level
Pilihan
-
Merumuskan Kembali Bisnis Media Masa Depan di Local Media Summit 2026
-
KPK OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena
-
KPK Geledah Rumah Mewah Polisi Yayat Sudrajat di Depok, Terkait Kasus Suap Bekasi
-
Silmy Karim Kritik KPK! Bandingkan Nasibnya dengan Nusron Wahid
-
Perang Dunia III Nyaris Meledak! AS Mau Serang Kapal China Ternyata AI-nya Salah
Terkini
-
Tok! Dua Terdakwa Penipuan Investasi Rp5 Miliar Divonis Penjara
-
30 Tahun Berlalu, Penyintas Kudatuli Minta Komnas HAM Usut Dugaan Penyiksaan
-
Duel Berdarah Pengamen di Lamongan, Satu Orang Tewas, Ini Kronologinya
-
Belum Cetak Laba, Pikap Kopdes Blitar Hancur Ditabrak Fortuner: Kades Bingung Ganti Rugi Rp85 Juta
-
Gerbang UINSA Surabaya Dirantai dan Disegel, Ratusan Mahasiswa Ngotot Desak Rektor Mundur