SuaraJatim.id - Aparat Kepolisian Resor Kota (Polresta) Kediri dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Kediri, Jawa Timur menutup akses sejumlah jalan yang menjadi pusat keramaian. Hal ini untuk meminimalkan kerumunan massa demi mencegah penyebaran COVID-19.
Setidaknya ada 6 jalan yang ditutup dan dialihkan.
"Kami lakukan beberapa pengalihan arus di beberapa ruas jalan di Kota Kediri. Tujuannya untuk mengurangi kerumunan massa," kata Kapolresta Kediri AKBP Miko Indrayana di Kediri, Rabu (8/7/2020) malam.
Kapolresta menambahkan kerumunan massa itu jika dibiarkan dikhawatirkan bisa memicu penyebaran COVID-19. Masyarakat juga diharapkan bisa mengerti, termasuk jaga jarak dan mengenakan masker.
"Kami menghindari kerumunan massa, harapannya agar dapat memutus rantai penyebaran COVID-19 di Kota Kediri, karena pandemi ini belum berakhir," kata dia.
Sementara itu, sejumlah ruas jalan yang ditutup pada Rabu malam antara lain Jalan Dhoho, jalan di area Taman Sekartaji, Taman Brantas, PK Bangsa, Sudirman, dan Jalan HOS Cokro Aminoto.
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Kediri dr Fauzan Adhima menilai masyarakat Kediri mulai tidak acuh dengan kondisi pandemi yang masih terjadi hingga kini.
Hal tersebut terlihat dari mulai banyaknya warga yang memadati kawasan-kawasan tertentu di Kota Kediri seperti Jalan Dhoho dan beberapa ruas jalan lain.
Pihaknya berupaya keras agar jumlah kasus di Kediri bisa dikurangi, salah satunya selalu mengajak masyarakat untuk menaati protokol kesehatan yang berlaku.
Baca Juga: 13.069 Orang Jakarta Positif Corona Sampai 8 Juli, Sehari Tambah 344 Kasus
"Yang kami khawatirkan terjadi gelombang kedua, karena (di Kediri) sudah landai. Saat ini masyarakat mulai abai, cuek, seolah meremehkan pandemi ini," kata Fauzan.
Gelombang kedua, kata dia, kemungkinan besar bisa terjadi jika masyarakat masih tetap seenaknya tidak menghiraukan aturan yang ada.
Fauzan juga menambahkan masyarakat harus mempunyai kesadaran penuh akan virus ini. Hingga kini, para peneliti masih berjuang mencari obat yang terbaik untuk mengatasi COVID-19.
"Sesuai dengan apa yang dikatakan Presiden Joko Widodo, masyarakat harus mempunyai perasaan yang sama bahwa pandemi ini belum berakhir dan harus saling menjaga dengan mematuhi protokol kesehatan," katanya.
Di Kota Kediri, jumlah kasus COVID-19 hingga Rabu (8/7) untuk orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 459 orang, pasien dalam pengawasan (PDP) 55 orang, dan yang terkonfirmasi positif COVID-19 sebanyak 64 orang, terdiri atas 14 orang masih dirawat, 49 orang sudah sembuh, dan satu orang meninggal dunia.
Pada Rabu, ada tiga tambahan yang terkonfirmasi positif COVID-19, yakni kasus 62, kasus 63, dan kasus 64.
Berita Terkait
-
Berkunjung ke Pesantren Al Falah Ploso, Kaesang Didoakan Sukses
-
Hasil Akhir: Gol Telat Roman Paparyha Bawa Persis Solo Menang Dramatis
-
Dua Laga Tak Menang, Persik Kediri Bidik 3 Poin Lawan Persis Solo
-
Persis Solo Fokus Kembalikan Rasa Percaya Diri Jelang Hadapi Persik Kediri
-
Tradisi Megengan Kediri: Kenduri Jawa Menyambut Bulan Ramadan
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Promo Indomaret 26 Februari Sampai 1 Maret 2026, Diskon Besar Minyak Goreng dan Pampers
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
Pilihan
-
Ahok Adu Mulut dengan Pengacara Kasus LNG, Hakim Sampai Harus Turun Tangan
-
Kabar Duka, Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno Meninggal Dunia di RSPAD Pagi Ini
-
Terungkap! Begini Cara CIA Melacak dan Mengetahui Posisi Ayatollah Ali Khamenei
-
Iran Klaim Hantam Kapal Induk USS Abraham Lincoln Pakai 4 Rudal, 3 Tentara AS Tewas
-
BREAKING: Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel
Terkini
-
BRI Perkuat Pembiayaan KUR Perumahan demi Wujudkan Hunian Rakyat Lebih Sejuk dan Layak
-
22 Ribu Tiket Kereta Lebaran dari Malang Diskon 30% Masih Tersedia, Cek Daftarnya!
-
Safari Ramadan, Momen Kaesang Pangarep Disuguhi Sate di Ponpes Nurul Qadim Probolinggo
-
CEK FAKTA: BLT Desa 2026 Rp 300 Ribu per Bulan untuk Warga yang Belum Dapat Bantuan, Benarkah?
-
Uang Palsu Pecahan Rp 100 Ribu Beredar di Magetan, Pengedarnya Diduga Pria Asal Bojonegoro