SuaraJatim.id - Anak Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung, Hanindhito Himawan Pramono, yang berencana maju di pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Kediri 2020 berpotensi melawan kotak kosong.
Berpasangan dengan Dewi Maria Ulfa selaku bakal calon wakil bupati, pasangan ini telah mengantongi enam rekomendasi dari partai dengan total kursi mencapai 44 dari 50 kursi di DPRD Kabupaten Kediri.
Artinya, kemungkinan besar Dhito, sapaan Hanindhito, akan melawan kotak kosong di Pilkada Kabupaten Kediri karena parpol lainnya sudah tak mungkin mengusung jagoannya. Lantas, apa kata Dhito mengenai hal ini?
"Kalau dinamika bumbung kosong, saya rasa itu bagian dari hal yang memang sudah diamanahkan dari konstitusi," kata Dhito saat ditanya wartawan mengenai potensi melawan kotak kosong, Sabtu (1/8/2020).
Keberadaan calon tunggal di Pilkada memang tak melanggar konstitusi, baik undang-undang maupun PKPU. Karena legal, Dhito tak mau mengomentari terlalu jauh perihal dirinya yang berpotensi melawan kotak kosong.
"Jadi saya tidak mau berkomentar terlalu panjang terkait bumbung (kotak) kosong. Saya lebih fokus turun ke bawah ya," ujar anak sulung Pramono Anung itu.
Komisioner Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Kabupaten Kediri, Anwar Anshori menjelaskan, keberadaan calon tunggal dalam Pilkada sah. Adapun KPU hanya menjalankan prosedur pemungutan suara.
"Yang terpenting kita lalui dulu bagaimana proses pendaftarannya ini dari parpol yang berhak mengusung ini, kemudian ada nggak yang mencalonkan (sosok) lain," papar Anwar.
'Kalau nggak ada, ya nanti memang ada mekanisme untuk perpanjangan pendaftarannya. Namun ketika diperpanjang, tetap nggak ada sisa parpol yang mengusulkan, ya sudah nggak masalah," lanjutnya.
Baca Juga: Golkar dan Gerindra Merapat, Anak Pramono Anung Bakal Lawan Kotak Kosong
Diberitakan sebelumnya, pencalonan Dhito di Pilkada Kabupaten Kediri semakin mapan. Berpasangan dengan Dewi Maria Ulfa sebagai bacawabup, pasangan Dhito-Dewi telah didukung enam parpol.
Enam parpol itu menguasai 44 dari 50 kursi di DPRD. Rinciannya PDIP 15 kursi, PKB 9 kursi, Golkar 6 kursi, PAN 5 kursi, Gerindra 5 kursi, dan NasDem 4 kursi. Pasangan Dhito-Dewi berpotensi menjadi calon tunggal.
Kontributor : Usman Hadi
Berita Terkait
Terpopuler
- Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam
- Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden
- Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff
- Keruk Batubara RI Tapi Sumbang Rp1,7 T ke Singapura, Eks Kepala BKPM Sentil Bos Bayan Resources
- Sepatu Lari Buatan Lokal Unjuk Gigi di Berlin dan Chicago Marathon
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
BRI Dukung Pengembangan Talenta Muda Indonesia Melalui Magang Nasional 2026
-
BRI Hadirkan Exclusive Healthcare Services untuk Nasabah Prioritas
-
Isu Uang Damai Kasus Narkoba Menggoyang Surabaya: Polisi Bantah Lepaskan 2 Pria Asal Peneleh
-
11 Ribu Hektare Hutan Jatim Membara Telan 6 Nyawa: Bukti Ban Bekas Ungkap Fakta Sengaja Dibakar
-
Kabur Usai Senggol Pemotor, Mobil Perwira TNI Dikejar dan Dirusak Massa di Lamongan