SuaraJatim.id - Massa aksi 'Jegal Sampai Gagal' RUU Omnibus Law Cipta Kerja mendatangi gedung DPRD Kota Malang, Jumat (14/8/2020). Sempat ditemui pimpinan dewan, namun massa tetap kecewa.
Jawaban normatif Wakil Ketua DPRD Kota Malang Rimzah jadi biang kekecewaan massa demonstran yang menamakan diri Aliansi Malang Menolak Omnibus Law itu.
"Prinsipnya, kami akan selalu bersama rakyat, mewadahi dan siap mendukung aspirasi Anda, karena itu tugas kami," ujar politisi Gerindra ini.
Sontak orator aksi meneriakkan mosi tidak percaya kepada DPRD Kota Malang.
"Kami sudah bosan dengan kalimat-kalimat politis," seru salah satu orator aksi melalui megaphone.
Rimzah dan beberapa perwakilan DPRD Kota Malang lantas meninggalkan demonstran dengan dalih ada agenda rapat paripurna mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden RI Joko Widodo memperingati HUT RI ke-75.
Sementara itu, Humas Aliansi Malang Menolak Omnibus Law, Roni Versal mengatakan, tidak puas atas apa yang disampaikan pimpinan dewan.
Ia menuding tidak ada sikap yang jelas terhadap tuntutan yang diserukan aliansi.
"Keberpihakan mereka (DPRD Kota Malang) masih tidak jelas, mau berpihak pada masyarakat atau justru ke mana?" ujarnya.
Baca Juga: Dihadang Kawat Berduri, Ratusan Buruh Tak Bisa Demo saat Ada Jokowi di MPR
Ia melanjutkan, ada enam poin penting dalam aksi kali ini. Diantaranya, tolak politik upah murah serta wujudkan upah layak nasional.
Berikan hak normatif buruh, serta jaminan sosial kesehatan. Hentikan sistem kerja kontrak dan outsourcing.
Tolak komersialisasi pendidikan, dan wujudkan pendidikan bervisi kerakyatan.
Hentikan eksploitasi besar-besaran terhadap lingkungan hidup serta kembalikan sanksi pidana dan ganti rugi kepada pelaku usaha.
Wujudkan kebebasan berserikat, berkumpul, berorganisasi, dan menyatakan pendapat bagi rakyat.
Kontributor : Aziz Ramadani
Berita Terkait
-
Lebih dari 100 Titik Api Kepung Gunung Arjuno, Jalur Pendakian Ditutup
-
Mabes Polri Abaikan Duka Kanjuruhan? JPW Desak Evaluasi Jabatan Kombes Ferli Hidayat
-
Eks Kapolores Malang Diangkat Jadi Koorspripim Polri, Pengamat: Jangan Lupakan Tragedi Kanjuruhan
-
Ini yang Dilakukan Ferli Hidayat Saat Tragedi Kanjuruhan: Dulu Dicopot Sekarang Jadi Petinggi Polri
-
Bebas Bersyarat Dicabut! Bechi Kembali Ditahan di Sel Khusus Lapas Kelas I Malang
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Modus Stempel Palsu & Belanja Fiktif: Ketua dan Bendahara KONI Pasuruan Dijebloskan ke Penjara
-
Dibuang di Teras Toko Beralas Selimut Pink, Bayi 3 Hari di Bangkalan Buat Hati Bu Kades Meleleh
-
Kemenkum Tegaskan Penutupan Situs Tak Bisa Asal, Aduan Pelanggaran Hak Cipta Harus Lewati Verifikasi
-
Dwi Bagus Jagal Sadis Madiun: Si Pintar Lulusan ITB Diburu Korporasi Asing dengan Gaji 9 Juta/Hari
-
Detik-detik Honda CR-V Membara di Tol Jomo: Pengemudi 61 Tahun Lolos dari Kepungan Api