"Beneran. Pulang sendiri-sendiri. Hafal ini (sapi-sapi). Sedangkan upah dari pekerjaan ini cukup untuk kebutuhan sehari-hari termasuk kuota internet," terangnya.
Dia berangkat selepas subuh untuk mengerjakan lahan milik tetangganya ini. Menggiring sapi-sapinya sambil menenteng tas berisi bekal sarapan seadanya.
Sementara di rumah yang tidak jauh dari lahan garapan ini, dia tinggal bersama 7 orang anggota keluarga.
"Ke dua orangtua tinggal bersama saya, istri dan ke tiga anak," akuinya.
Untuk mencukupi kebutuhan keluarganya di tengah pandemi Covid-19 dia bekerja sangat keras.
Jika tidak ada lahan milik orang yang dibajak, Darsan menawarkan tenaganya untuk dipekerjakan kepada orang lain.
"Asalkan dapat upah. Jika tidak ada lahan yang perlu dibajak. Terpaksa mereman (serabutan). Istilahnya cari kerjaan apa pun yang penting halal," tambahnya.
Biasanya ikut naik mobil pickup milik tetangganya ke luar Kabupaten. Seperti Bojonegoro, Lamongan dan Ngawi.
"Saya biasa ikut kerja dengan tetangga ke luar Kabupaten mencari damen (tangkai padi kering yang sudah diambil bulirnya). Saya membantu mengangkat dari sawah hingga naik ke pickup. Upah dari kerja itu saya menerima uang Rp 70 ribu," katanya.
Baca Juga: Tak Setuju Belajar Online, Rektor UIN SUKA: Pendidikan Itu Merajut Relasi
Susah payah itu dilakukan untuk mencukupi kebutuhan keluarganya sehari-hari. Apalagi di tengah pandemi Covid-19, dia harus bekerja keras.
"Anak pertama sudah tidak sekolah. Anak ke dua sudah kelas 1 Madrasah Tsanawiyah dan yang terakhir kelas 1 Madrasah Ibtidaiyah. Setiap se Minggu sekali harus membelikan kuota internet. Karena cuman punya handphone satu mereka (anak-anak) gantian mengirimkan tugas," ucapnya.
Darsan sendiri sebetulnya memiliki 3 lahan pertanian, semuanya ditanami jagung dan kacang. Namun hasil panen tersebut dia tabung untuk biaya sekolah anak-anaknya nanti hingga ke jenjang perguruan tinggi.
"Dalam hati setiap saya kerja. Pasti ingat anak-anak. Berdoa'a agar anak-anak kedepan tidak bernasib sama seperti bapaknya. Sehingga pengen sekali menyekolahkan anak sampai ke perguruan tinggi," harapnya.
Kontributor : Andri Yanto
Berita Terkait
-
Siswa SMAN 72 Terapkan Pembelajaran Online 34 Hari untuk Redam Trauma Usai Ledakan
-
KPAI: SMAN 72 Bakal Belajar Online, Prioritaskan Pemulihan Psikologis Siswa Usai Ledakan
-
Kemendikdasmen Gandeng Skolla Hadirkan Pengalaman AI dan Metaverse di Belajar Online
-
JKT48 Official Store Hadir di Shopee! Makin Mudah Beli Merchandise Eksklusif!
-
Tampilan Antarmuka Baru dan Banjir Hadiah di Kelas Pintar, Bikin Belajar Makin Efisien dan Efektif
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- Heboh Lagi, Ahmad Dhani Klaim Punya Bukti Perselingkuhan Maia Estianty dengan Petinggi Stasiun TV
- 5 Cushion Matte untuk Menutupi Bekas Jerawat dan Noda Hitam, Harga Terjangkau
- Meledak! ! Ahmad Dhani Serang Maia Estianty Sampai Ungkit Dugaan Perselingkuhan dengan Petinggi TV
Pilihan
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
Terkini
-
Perahu Penyeberangan Sungai Brantas Blitar Kini Diincar Retribusi Daerah
-
Cinta Kandas, Rumah Pun Musnah: Mantan Pasutri di Blitar Pilih Robohkan Aset Ratusan Juta
-
Mahameru Menggeliat Lagi: Dua Erupsi Beruntun Sabtu Pagi, Kolom Abu Kelabu Selimuti Langit
-
Rp3 Miliar Menguap: Kejari Jember Naikkan Status Korupsi Bank Jatim Kalisat ke Penyidikan
-
Pohon Raksasa Tiba-tiba Roboh Menutup Jalur Suboh-Bondowoso