SuaraJatim.id - Mulai jadi pembajak sawah, hingga pemanggul damen atau tangkai padi telah dikerjakan. Itu semua, demi membelikan kuota internet anaknya untuk belajar online.
Sosok pekerja keras itu adalah Darsan, warga Desa Jetak, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban. SuaraJatim.id menemuinya di sawah, Rabu (19/8/2020).
Semenjak sekolah daring mulai diberlakukan, beban kebutuhannya bertambah banyak.
Setiap pekan Darsan harus mengeluarkan Rp 35 ribu untuk membeli paket data. Supaya tugas anak anaknya dari sekolahan tidak telat kirim. Nilai Rp 35 ribu untuk Darsan yang tinggal di desa, sangat besar.
"Setiap Minggunya harus membelikan anak kuota internet. Kalau dihitung sebulannya saya mengeluarkan Rp 140 ribu," jelasnya.
Uang Rp 100 ribu diterima bapak 3 anak ini atas jerih payahnya sebagai pembajak sawah. Sedangkan uang Rp 70 ribu dia terima setelah bekerja memanggul tangkai padi (digunakan sebagai pakan ternak).
"Kalau pemanggul tangkai padi itu biasanya ikut tetangga naik pickup ke luar Kabupaten. Seperti Bojonegoro, Lamongan dan Ngawi. Berangkatnya pagi buat dan pulangnya petang hari. Dapat upah Rp 70 ribu," terangnya.
Cerita kisah tersebut bermula pada siang hari. Kala itu, Darsan terlihat sedang membajak ladang juragannya, menggunakan dua ekor sapi miliknya. Mulai dari tepi sampai ujung pematang ladang.
Dengan tekun ia melakukannya berulang kali secara berurutan. Pada tangan kanannya, Darsan nampak memegang pecut (cambuk) kecil.
Baca Juga: Tak Setuju Belajar Online, Rektor UIN SUKA: Pendidikan Itu Merajut Relasi
Rupanya itu ia gunakan sebagai alat mengendalikan sapi miliknya.
"Cek cek cek. Her! Her! Her!" suaranya saat membajak.
Agar tanah cepat terurai, di sela ke dua ekor sapi dia pasang alat yang terbuat dari kayu jati. Darsan menyebutnya rakal.
Karena mahir mengendalikan dua ekor hewan ternaknya itu, Darsan hanya perlu setengah hari untuk membajak.
"Tidak sampai sehari ini (lahan yang perlu dibajak) selesai," jelasnya.
Jika sudah selesai membajak, Darsan biasa melepaskan ke dua sapinya itu untuk kembali ke rumah sendiri.
Berita Terkait
-
Siswa SMAN 72 Terapkan Pembelajaran Online 34 Hari untuk Redam Trauma Usai Ledakan
-
KPAI: SMAN 72 Bakal Belajar Online, Prioritaskan Pemulihan Psikologis Siswa Usai Ledakan
-
Kemendikdasmen Gandeng Skolla Hadirkan Pengalaman AI dan Metaverse di Belajar Online
-
JKT48 Official Store Hadir di Shopee! Makin Mudah Beli Merchandise Eksklusif!
-
Tampilan Antarmuka Baru dan Banjir Hadiah di Kelas Pintar, Bikin Belajar Makin Efisien dan Efektif
Terpopuler
- Gaji Rp 8,2 M Belum Dibayar, Aktivis-Influencer Sedunia Tuntut Badan Propaganda Israel
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- Promo Alfamart 14-18 Maret 2026: Diskon Sirop dan Wafer Mulai Rp8 Ribuan Jelang Lebaran
- Kisah Unik Pernikahan Mojtaba Khamenei dan Zahra yang Gugur Dibom Israel-AS
Pilihan
-
Puncak Mudik Bakauheni Diprediksi 18-19 Maret 2026, ASDP Ingatkan Pemudik Segera Beli Tiket
-
Belajar dari Pengalaman, Jukir di Jogja Deklarasi Anti Nuthuk saat Libur Lebaran
-
Kisah Fendi, Bocah Gunungkidul yang Rela Putus Sekolah Demi Rawat Sang Ibu
-
Harry Styles Ungkap Perjuangan Jadi Penyanyi Solo Usai One Direction Bubar
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
Terkini
-
Mudik Lebaran 2026 Lebih Nyaman, BRI Hadirkan Posko BRImo di 5 Rest Area
-
Liburan Lebaran ke Luar Negeri Dijamin Lebih Tenang dengan Debit BRI Multicurrency
-
Gus Ipul: PBNU Mulai Siapkan Agenda Muktamar Agustus 2026
-
Luar Biasa! Gadis Pemandu Karaoke Madiun Bagikan Takjil Hasil Keringat Sendiri
-
Dekopinwil Jatim 2025-2030 Dilantik, Gubernur Khofifah: Peran Koperasi Perkuat Ekonomi Kerakyatan