Scroll untuk membaca artikel
Vania Rossa
Senin, 07 September 2020 | 13:17 WIB
Ilustrasi covid-19 tanpa gejala. (Pexels/@cottonbro)

SuaraJatim.id - Covid-19 tanpa gejala atau asimtomatik ditemui di mana-mana. Menurut para peneliti, ini adalah salah satu misteri besar tentang virus corona. Banyak bukti menunjukkan hampir setengah dari kasus Covid-19 mungkin tanpa gejala. Dan masalahnya, mereka yang tidak pernah mendapatkan gejala, terutama anak-anak, sangat mungkin berpotensi menyebarkan virus sama mudahnya dengan orang yang terinfeksi dengan gejala. 

Dilansir dari Huffpost, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit atau CDC telah mengubah pedoman pengujiannya awal pekan ini, yang sebelumnya menyatakan bahwa orang yang tidak memiliki gejala Covid-19 tidak perlu diuji, kini Direktur CDC mengklarifikasi bahwa orang-orang tersebut 'dapat dipertimbangkan' untuk pengujian.

Pakar kesehatan mengatakan akan menjadi tantangan besar untuk menangani Covid-19 jika kita bahkan tidak tahu siapa yang mengidapnya. Bahkan orang tanpa gejala dapat (dan akan) sangat memengaruhi masa depan pandemi. Para ilmuwan kemudian mengumpulkan sejumlah wawasan baru dalam beberapa bulan terakhir yang telah membantu memberikan gambaran yang lebih jelas tentang apa yang terjadi dengan orang yang terinfeksi namun tidak pernah mengalami gejala apa pun. Ini dia beberapa di antaranya, seperti dilansir dari Huffpost.

Kasus asimtomatik mungkin ada di mana-mana, namun peneliti belum memiliki angka pastinya.

Baca Juga: Lewat Air Limbah, Peneliti Dapat Mencegah Penyebaran Virus Corona Covid-19!

Sebuah penelitian yang keluar pada bulan Juni menunjukkan bahwa sekitar 40% orang yang terinfeksi yang dites Covid-19 di kota kecil di Italia tidak memiliki gejala. Di Boston, dokter menguji sekelompok orang yang tunawisma dan tinggal di penginapan dan menemukan bahwa 146 orang yang dites positif tidak memiliki gejala.

CDC saat ini menyatakan bahwa individu tanpa gejala di Amerika Serikat dapat mencapai hingga 40% kasus. Namun meskipun jelas ada banyak kasus tanpa gejala di luar sana, dokter tidak yakin seberapa lazimnya kasus tersebut. “Kami belum benar-benar tahu berapa banyak orang yang akhirnya tidak menunjukkan gejala penyakit ini,” kata Manisha Juthani, spesialis penyakit menular dari Yale Medicine.

Ilmuwan dapat memperkirakan jumlahnya melalui penelitian, tetapi statistik ini hampir tidak dapat menangkap kenyataan dari seluruh populasi.

Kasus asimtomatik cenderung terjadi pada pasien lebih muda.

Peneliti memperkirakan sebagian besar kasus konfirmasi tanpa gejala melibatkan orang berusia 20-an, 30-an dan 40-an. Namun anak-anak juga tampaknya memainkan peran yang jauh lebih besar dalam penyebaran diam-diam Covid-19 daripada yang diperkirakan sebelumnya. Alasan utamanya, menurut peneliti, adalah karena anak-anak biasanya tidak mengalami gejala Covid-19 yang parah; mereka cenderung tidak memiliki gejala atau gejala yang begitu ringan sehingga tidak diperhatikan atau diabaikan. Hal ini menjadikan mereka kandidat utama untuk membawa dan menyebarkan infeksi tanpa disadari.

Baca Juga: Pedoman Barunya Tentang Tes Covid-19 Tuai Kontroversi, CDC Beri Klarifikasi

Data yang lebih baru menemukan bahwa banyak orang lanjut usia juga tidak menunjukkan gejala. Satu studi yang diterbitkan di JAMA pada pertengahan Agustus menemukan bahwa 88% orang dewasa yang lebih tua yang dites positif Covid-19 di panti jompo Connecticut tidak menunjukkan gejala. Di sebuah panti jompo di Chicago, 37% penghuni lansia yang dites positif Covid-19 tidak pernah mengalami gejala.

Load More