Chandra Iswinarno
Rabu, 09 September 2020 | 19:18 WIB
Ketua TKD Jatim, Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin, (Suara.com/Achmad Ali).

SuaraJatim.id - Ketidakjelasan nama bakal calon pasangan (bapaslon) yang positif Covid-19 dalam Pilkada Surabaya seperti yang diumumkan pihak KPU setempat membuat publik semakin bertanya-tanya.

Apalagi hingga saat ini, status kesehatan Machfud Arifin (MA) dan Mujiaman pascates swab di RSUD dr Soetomo untuk kepentingan Pilwali Surabaya belum diumumkan KPU Surabaya.

Kondisi tersebut membuat Ketua Tim Pemenangan MA–Mujiaman, Miratul Mukmini menyayangkan, keterangan Komisioner KPU Surabaya Suprayitno. Sebab, itu merupakan hasil rekam medik yang bersifat rahasia.

Dalam etika medis, hal itu bukan untuk dipublikasikan. Kecuali, yang membuka adalah orang yang bersangkutan.

"Dan itu sangat tidak etis tentunya," ucap pria yang akrab disapa Gus Amik seperti dilansir Timesindonesia.co.id pada Rabu (9/9/2020).

Berdasarkan keterangan KPU sebelumya, disebutkan ada satu calon wali kota yang dinyatakan positif Covid-19.

Namun, hingga Rabu sore (9/9/2020) tim pemenangan belum menerima hasil resmi dari swab tersebut.

Menurut Gus Amik, berdasarkan pedoman Kementerian Kesehatan (Kemenkes), jika hasilnya positif bisa dicek ulang setelah lebih dari 24 jam.

Namun, jika tetap positif, akan dilakukan terapi sesuai derajat sakitnya.

Baca Juga: KPU Minta Machfud-Mujiman Tes Gelombang Dua, PDIP: Ini Maksudnya Apa?

"Kalau tanpa gejala, cukup isolasi saja. Setelah itu, dicek lagi tujuh hari kemudian. Itu hasil konsultasi saya dengan Dirut RSUD dr Soetomo," katanya.

Namun hingga kini, pihaknya mengaku belum mengetahui hasil swab yang dilakukan pada Senin (7/9/2020). Bahkan, Mujiaman masih blusukan ke pasar menyapa warga dan masih tenis meja di rumahnya.

"Belum ada (hasil tes)," ujarnya.

Dia juga menyatakan, Machfud memang sempat menjalani isolasi mandiri sejak 25 Agustus 2020. Isolasi dilakukan karena ada salah satu anggota tim pemenangan yang reaktif setelah rapid test.

"Pak MA kondisinya sehat wal afiat. Tetapi, beliau berinisiatif untuk melakukan karantina karena salah satu tim yang bersangkutan termasuk ring satu."

Kemudian pada 5 September 2020, Machfud menjalani swab di RS National Hospital. Hasil swab tersebut menyatakan, jika Machfud dinyatakan negatif Covid-19.

Load More