SuaraJatim.id - Misteri penyebab ratusan gajah Afrika mati di Botswana, sebuah negara yang masuk kawasan Afrika Selatan itu akhirnya terjawab.
Sejumlah hasil tes laboratorium mengungkapkan bahwa ratusan gajah itu mati karena kandungan racun dari sianobakteri / cyanobacteria yang mencemari sumber air minum.
Demikian dijelaskan seorang pejabat negara setempat, Wakil Direktur Departemen Satwa dan Taman Nasional, Cyril Taolo. Menurut Cyril, jumlah gajah yang mati bertambah jadi 330, sementara pada Juli jumlah itu tercatat 281.
Kendati sudah ditemukan penyebab gajah mati, namun menurut salah satu dokter hewan di Departemen Taman Nasional Botswana, Mmadi Reuben, masih banyak pertanyaan yang belum terjawab dari teka teki ini.
"Tes terbaru kami menunjukkan sebab kematian gajah berasal dari racun dari sianobakteri yang menyerang sistem saraf. Bakteri itu ditemukan dalam air (yang diminum gajah)," kata Reuben dilansir laman Antara, Selasa (22/9/2020).
"Namun kami masih punya banyak pertanyaan yang belum terjawab, di antaranya mengapa hanya gajah yang mati dan mengapa hanya di daerah itu. Kami masih mendalami dan menyelidiki sejumlah hipotesis," katanya.
Di Zimbabwe, lebih dari 20 bangkai gajah ditemukan dekat area berburu terbesar di negara tersebut. Otoritas setempat menduga gajah mati karena penyakit yang disebabkan oleh bakteri.
Populasi gajah di Afrika terus menurun karena aktivitas berburu. Namun di Botswana, tempat keberadaan sepertiga dari total populasi gajah Afrika, jumlah mamalia itu naik sampai sekitar 130.000 ekor.
Baca Juga: Video Viral Pria di Malang Pamer Kelamin, Perekam: Ojo Gendeng - Gendeng!
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Lewat BRI Peduli, PMI di Taiwan Dibekali Literasi Keuangan dan Strategi Mengembangkan Usaha
-
Muktamar NU 2026 di Jombang, Hatim Gazali Dorong Lahirnya Pemimpin Berintegritas
-
Ratusan Korban KMP Mutiara Santosa II Dievakuasi ke Tanjung Perak, Proses Identifikasi Berlangsung
-
Kebakaran Hutan Hanguskan 4 Hektare Hutan Jati di Jalur Arak-Arak Situbondo
-
Detik-detik Hilangnya Nelayan Situbondo di Laut Jangkar, Ponsel Masih Ada di Perahu