SuaraJatim.id - Emak-emak di Kota Malang, Jawa Timur, ini ikut mendukung aksi demonstrasi mahasiswa dan buruh menolak UU Cipta Kerja Omnibus Law. Mereka menyediakan konsumsi nasi dan minuman gratis.
Para emak - emak ini tampak berada di sisi depan Balai Kota Malang sambil berteriak, "Kopi gratis, kopi rakyat, halal. Air minum gratis!" teriak ketiga orang ini.
Sementara banner dengan tulisan 'Kalian Aksi Emak Titip Omnibus Law Cabut!" terpasang di gerbang Bundaran Tugu.
Menurut Penyedia Makanan Gratis Alfia Chodijah menyebut setidaknya ada 100 bungkus roti, air mineral, dan 100 cup kopi disediakan. Makanan dan minuman ini dikumpulkan Chodijah dari sejumlah donatur yang berkenan menyumbangkan uangnya.
"Ada total 100 bungkus roti, air mineral, dan 100 cup kopi dari kami emak - emak yang peduli negara. Ini yang dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat," ujar Chodijah, yang juga koordinator Forum Masyarakat Peduli Pelayanan Publik Dasar ditemui pada Kamis pagi (8/10/2020).
Dikutip dari suarajatimpost.com, jejaring suara.com, Ia dan sejumlah emak - emak lainnya merasa terpanggil menyiapkan konsumsi bagi para mahasiswa dan buruh di Malang.
"Kasihan anak - anak kami mahasiswa yang turun. Makanya kami mendukung perjuangan teman - teman untuk berjuang. Saya sebagai warga negara wajib mendukung aksi ini. Ini semua demi kepentingan kita semua, ini (UU Cipta Kerja) urusan anak cucu kita. Mahasiswa memperjuangkan urusan rakyat. Kita membantu konsumsinya," terangnya.
Nantinya bila konsumsi ini habis maka akan didatangkan kembali, mengingat dana donatur yang terkumpul cukup. "Nanti akan kita drop lagi. Air, kopi dan rotinya," imbuhnya.
Terkait UU Omnibus Law Cipta Kerja, ibu rumah tangga ini menyebut ada beberapa pasal di UU Omnibus Law Cipta Kerja yang menuai kontroversi.
Baca Juga: Bawa Maskot Celeng Merah, Massa Jogja Memanggil Padati Malioboro
Maka perempuan asal Jalan Muharto ini menyatakan perlu ada dukungan untuk menolak penetapan undang - undang ini. "Omnibus Law ini harus wajib kita tolak ini yang paham harus hadir dan menolak," tukasnya.
Tag
Berita Terkait
-
Bawa Maskot Celeng Merah, Massa Jogja Memanggil Padati Malioboro
-
Massa SMI Ajak Pekerja Ikut Jogja Memanggil: Yang di Toko, Liburkan Diri
-
Detik-detik Massa ARB Penuhi Bundaran UGM Siap Demo Tolak UU Cipta Kerja
-
Ribuan Massa Geruduk Gedung DPRD Kalbar, Tolak UU Cipta Kerja
-
Siap Demo Tolak UU Cipta Kerja, Massa Jogja Memanggil Penuhi Bundaran UGM
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 7 Rekomendasi sesuai Review
- Air Mawar Viva Dipakai Kapan? Ini Urutan Pemakaian dan Review Pembeli
Pilihan
-
Polisi Bubarkan Massa Aliansi Pati yang Galang Donasi di Depan DPR
-
Kemenag Bantah Nasaruddin Umar Mundur dari Menag: Isu Bursa Caketum PBNU Itu Spekulasi Liar
-
Menag Nasaruddin Umar Bantah Mundur: Itu Ada Orang yang Panik
-
Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
-
Dari Pengumpul Data Hingga Perantara, Bagaimana DSI Bekerja
Terkini
-
Melalui Semarak Merah Putih, BRI Dorong Ekosistem Desa BRILiaN Balbar Sofifi Maluku Utara
-
Heboh Munculnya Kartu Chip Jelang Muktamar ke-35 NU, Ini Penjelasan Panitia
-
Menteri Agama Mundur dan Fokus Maju Calon Ketua Umum PBNU, Bakal Duel vs Petahana?
-
Masuk Bursa Ketua Umum PBNU, Ini Profil Mentereng Ketua PWNU Jateng Gus Rozin
-
PBNU Tetapkan 557 Pemilik Hak Suara Muktamar ke-35 NU, Siapa Saja?