Scroll untuk membaca artikel
Chandra Iswinarno | Novian Ardiansyah
Selasa, 10 November 2020 | 15:37 WIB
Tangkapan layar Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri saat memberikan pengarahan pada pengumuman calon kepala daerah PDIP gelombang IV, yang dilaksanakan secara virtual, di Jakarta, Jumat (28/8/2020). (Antara/Syaiful Hakim)

SuaraJatim.id - Saat menjadi pembicara dalam Dialog Kebangsaan yang digelar secara daring oleh Universitas Negeri Jakarta (UNJ) pada Selasa (10/11/2020), Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri bercerita soal ibu kota.

Anak kedua Proklamator Bung Karno ini mengatakan, pada zaman dahulu, Jakarta tidak sebesar seperti saat ini. Menurutnya, pada zaman dulu daerah khusus ibu kota ini hanya sebatas wilayah Menteng.

Namun seiring perkembangan zaman, Jakarta meluas mencakup daerah lain di sekitarnya.

"Jakarta itu (dulu) hanya Menteng. Ini lah makanya anak yang tinggal di Menteng, lo tinggal di mana? Gue kan anmen, hanya itu lah," kata Megawati dalam Dialog Kebangsaan Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Selasa (10/11/2020).

Baca Juga: CEK FAKTA: Habib Rizieq Pernah Bersumpah Najis Pulang Indonesia?

Terkait perkembangan dari masa ke masa, Megawati menilai Jakarta pada era saat ini terkesan amburadul. Pasalnya, Jakarta sekarang jauh dari Jakarta terdahulu yang direncanakan menjadi kota intelektual.

"Jadi kebayang enggak saya alamin baru setelah itu ada Kebayoran dan lain sebagainya. Tetapi persoalannya sekarang saya bilang Jakarta ini menjadi amburadul," kata Megawati.

"Karena apa? Ini tadi seharusnya city of intellect. Ini dapat dilakukan tata kotanya, masterplan-nya, dan lain sebagainya. Siapakah yang buat hal ini tentunya para akademisi, insinyur dan lain sebagainya," katanya.

Sebelumnya, Megawati memberikan penjelaskan ihwal permintaan dirinya kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk tidak memanjakan generasi milenial. Menurut dia, jika dilihat dengan pikiran jernih permintaan tersebut bersifat memacu.

Hal tersebut disampaikan Megawati saat hadir dan menjadi pembicara secara daring dalam Dialog Kebangsaan Universitas Negeri Jakarta sebagai Ketua Dewan Pembina Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Baca Juga: Megawati ke Anak Muda: Aneh, Sudah Ada Internet Kenapa Percaya Hoaks?

"Menurut saya, kalau kita berpikiran jernih itu adalah hal yang sangat memacu. Menanyakan kepada para generasi muda bangsa saat ini, apa sebenarnya yang telah saya lakukan bukan buat diri sendiri tetapi bagi negeri," kata Megawati, Selasa (10/11/2020).

Load More