SuaraJatim.id - Nikita Mirzani posting video pidato Ketua GP Anshor Yaqut Cholil Qoumas alias Gus Yaqut dalam apel kebangsaan yang digelar di Rembang, Jawa tengah pada Minggu (29/11/2020) lalu.
Dalam pidatonya, Gus Yaqut sindir kerumunan massa di kawasan Petamburan, Jakarta Barat saat menyambut kepulangan Habib Rizieq Shihab dari Arab Saudi beberapa waktu lalu. Mestinya, kata Gus Yaqut, tokoh masyarakat menjadi teladan untuk tidak melanggar protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini.
"Kita minta kepada tokoh masyarakat untuk menjadi contoh, menjadi teladan. Jangan ada yang kumpul-kumpul seperti di Petamburan tempo hari sehingga banyak warga yang terdampak kena covid-19. Itu menunjukkan jika tokoh-tokoh yang di sana tidak peduli dengan keselamatan masyarakatnya.
Kita tidak ingin kejadian itu terulang kembali. Cukup Petamburan itu pertama dan terakhir. Tidak ada lagi pertemuan-pertemuan yang mengatasnamakan apapun, mengatas namakan hari besar keagamaan itu membawa risiko untuk mesyarakat..," kata Gus Yaqut.
Selanjutnya, Gus Yaqut ikut mendesak pemerintah tegas dalam menindak siapa pun yang melanggar protokol kesehatan karena dianggap membahayakan masyarakat.
"...Tidak peduli yang melanggar itu habib, kiai, gubernur, wali kota atau tokoh Anshor atau Banser sekali pun. Jika protokol dilanggar kita desak pemerintah untuk bersikap tegas," lanjut Gus Yaqut.
Dukungan Nikita Mirzani ditunjukkan dengan menuliskan NU (Nahdlatul Ulama) dengan bubuhan emotikon hati.
Berita Terkait
-
Heboh Isu Nikita Mirzani Diintimidasi di Penjara, Pihak Rutan Buka Suara
-
Dilimpahkan ke Pengadilan, Berkas Perkara Gus Yaqut Setinggi 1 Meter Dibawa Pakai Troli
-
Masih Ada yang Belum Terjerat! KPK Buka Peluang Kembangkan Kasus Korupsi Kuota Haji
-
Biar Jelas Siapa yang Benar dan Salah! Gus Yaqut Janji Buka-bukaan di Sidang Korupsi Haji
-
Kembali Diperiksa KPK, Gus Yaqut Berharap Kebenaran Terungkap di Kasus Kuota Haji
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Senyum Terakhir di KMP Mutiara Sentosa 2: Rencana Pernikahan Sari yang Kandas di Laut Sapudi
-
Lapas Jadi Markas Penipuan Online, Polda Jatim Bongkar Sindikat Emas Palsu
-
Basarnas: Cuaca Buruk Jadi Tantangan Evakuasi Korban KMP Mutiara Sentosa II
-
Lima Korban KMP Mutiara Sentosa II Teridentifikasi, DVI Pastikan Bukan Tewas Terbakar
-
Lewat BRI Peduli, PMI di Taiwan Dibekali Literasi Keuangan dan Strategi Mengembangkan Usaha