SuaraJatim.id - Kasus Covid-19 di Jawa Timur semakin meningkat, terbaru sebanyak delapan daerah menjadi zona merah. Akibatnya, rencana Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang akan dibuka pada Januari 201 ini terpaksa ditunda.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jatim wilayah Surabaya-Sidoarjo, Lutfi Isa Anshori, mengatakan cabang Dinas Pendidikan Jatim Wilayah Surabaya-Sidoarjo masih menunggu petunjuk teknis dan kebijakan dari kota/kabupaten.
"Karena kebijakan tersebut diserahkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan kepada pemerintah kabupaten atau pemerintah kota masing-masing wilayah," ujar Lutfi, Jumat (01/01/2021).
Karena masih menunggi juknis diterbitkan, maka pembelajaran masih memberlakukan jarak jauh dengan daring. Tujuannya pun untuk mencegah penyebaran Covid-19. Di sisi lain apabila pembelajaran secara tetap muka dikhawatirkan akan memiliki risiko.
"Pembelajaran daring ini sudah dikoordinasikan dengan kepala sekolah masing-masing. Kebijakan daring juga berlaku bagi sekolah yang telah melakukan uji coba pembelajaran tatap muka," katanya.
Sementara bagi siswa SMK yang seharusnya praktik kerja industri (prakerin) telah diusulkan oleh Kemendikbud untuk melakukan project work. Pasalnya, jika dipaksakan dan wilayah yang digunakan prakerin masuk dalam zona merah akan menimbulkan permasalahan.
"Sekolah bisa memberi tugas yang sesuai kompetensinya, karena situasi yang tidak normal ini," ucapnya.
"Untuk bentuknya nanti akan diserahkan ke sekolah masing-masing. Yang jelas akan disesuaikan dengan program keahlian. Kalau dulu ada istilah project work. Mungkin bisa menggandeng UMKM," ujarnya.
Lutfi menjelaskan bahwa project work tak jauh berbrfa dengan prakerin. Hanya saja, ketika prakerin siswa diasah kompetensi dan keahliannya sesuai kebutuhan industri. Sedangkan project work penekanannya lebih ke arah berwirausaha atau menghasilkan sebuah produk.
Baca Juga: Di Instagram, Gubernur Jatim Pastikan Wabup Pamekasan Meninggal Sebab Covid
"Kalau untuk waktunya akan disesuaikan dengan project work masing-masing. Kalau prakerin kan sekitar 6 bulanan," katanya.
Kontributor : Arry Saputra
Berita Terkait
-
Di Instagram, Gubernur Jatim Pastikan Wabup Pamekasan Meninggal Sebab Covid
-
Sejumlah Wilayah Jatim Diprediksi Diguyur Hujan Lebat Malam Hari
-
BMKG: Sejumlah Wilayah Jatim Berpotensi Hujan Lebat Pada Malam Tahun Baru
-
Belajar dari Rumah Selama Pandemi, Pelajar Ini Tak Tahu Isi Sekolah Barunya
-
Sehatkan Keuangan, Garuda Indonesia Terbitkan Obligasi Rp 8,5 Triliun
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Gubernur Khofifah Tinjau Bedah Rumah Tenaga Keamanan SMAN 2 Surabaya, Peduli Insan Pendidikan
-
Gubernur Khofifah Apresiasi, Pemprov Jatim Borong 3 Penghargaan UB Halal Metric Award 2026
-
Gamelan Disita, Seniman Terusir: Pemkot Surabaya Segel Sekretariat DKS
-
Ironi di Balik Melesatnya Ekonomi Jatim: Sektor Pertanian Berjaya, Pengangguran Sarjana Tertinggi
-
Komplotan Pembalak Jati di Banyuwangi Digerebek, 5 Orang Kabur ke Dalam Rimba