SuaraJatim.id - Tak elok benar yang dilakukan wartawan di Tuban, Jawa Timur, ini. Ia dibekuk oleh kepolisian lantaran memeras Kepala Desa Mentoso, Kecamatan Jenu, kabupaten setempat.
Enggak cuma mengaku sebagai wartawan, pria bernama Djoko Juwono (51), warga Kelurahan Kebonsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban ini juga kerap mengaku sebagai anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).
Kapolsek Jenu AKP Rukimin, mengatakan saat beraksi pelaku lebih dulu datang ke tempat korban bekerja di Kantor Desa dan mengaku sebagai wartawan ankasapost.com. Ia juga mengaku sebagai anggota LSM Lembaga Pengawas Reformasi Indonesia (LPRI) dengan membawa proposal pengajuan sumbangan.
"Awalnya pelaku datang bersama teman-temannya menemui Kades Eko Harianto dengan meminta sumbangan dana untuk pembuatan kantor," ucap AKP Rukimin kepada suaraindonesia.co.id, media jejaring suara.com di Mapolsek Jenu, Rabu (13/01/2021).
Kemudian pelaku menulis sebuah artikel berita yang berisi tentang kinerja Kades lalu dikirimkan ke Eko Harianto. Pelaku juga mengancam akan menyebarkan berita tersebut jika tidak memberikan sejumlah uang yang diminta.
Korban pun telah memberikan uang sebesar Rp 1 juta kepada pelaku. Karena merasa kurang, pelaku pun minta uang lagi sebesar Rp 5 juta untuk ditransfer ke rekening keponakannya.
"Korban sudah memberikan uang sebesar satu juta dan tranfer lagi 5 juta kepada pelaku. Karena merasa kurang, dia minta lagi," katanya.
Karena merasa telah diperas oleh pelaku, untuk permintaan ketiga ini tidak ditanggapi oleh korban. Korban malah melaporkan ke jajaran Polsek Jenu.
Mendapatkan laporan dari warga, Polsek Jenu kemudian melakukan koordinasi dengan jajaran Polres Tuban. Petugas pun dengan cepat menemukan dan menangkap pelaku di kediamannya.
Baca Juga: Jalur Pantura Tuban Terendam Luapan Sungai Kepet, Lalu Lintas Macet Parah
"Pelaku kita tangkap di rumahnya sekitar jam 24.00 WIB, di saat ini kita amankan di Mapolsek Jenu. Sedangkan ancaman hukumannya sekitar 6 tahun penjara," katanya.
Berita Terkait
-
Jalur Pantura Tuban Terendam Luapan Sungai Kepet, Lalu Lintas Macet Parah
-
Gagal Salip Truk Trailer, Seorang Ibu di Tuban Tewas
-
Sempat Minta Maaf ke Perangkat Desa Terus Pamit, Darsim Gantung Diri
-
Saminto Bonyok Dikepruk Batu Sama Begal 'Nyaru' yang Sempat Ditolongnya
-
Razia Narkoba, Bungkusan di Dompet Pemuda Ini Dikira Sabu, Ternyata Jimat
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Kemiskinan Ekstrem Jatim Tersisa 0,29%, Gubernur Khofifah: Bukti Intervensi Kesejahteraan Masyarakat
-
Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di Kota Kediri, Sediakan Sembako Murah Jelang Iduladha
-
Jelang Iduladha, Khofifah Gelar Pasar Murah di Kediri Pastikan Sembako Terjangkau
-
Tragedi Halal Bihalal di Musala Mojokerto: Tiga Jemaah Tersengat Listrik, Satu Tewas
-
Petani Tua Tewas Seketika Usai Vario Ngebut Hantam Suzuki Smash di Bojonegoro