SuaraJatim.id - Video sejumlah keluarga pasien Covid-19 menjemput paksa jenazah di Rumah Sakit Islam (RSI) Kalianget, Sumenep Madura, Jawa Timur, beredar luas di Platform WhatsApp group (WAG) dan media sosial.
Dalam video itu terlihat jenazah ditutupi tikar plastik. Sejumlah orang kemudian mendorong jenazah yang ditaruh di atas ranjang dorong pasien rumah sakit.
Awalnya sejumlah orang nampak mengerumuni jenazah. Mereka kemudian terdengan gaduh dan jerit tangis terdengar di antara mereka. Yang terjadi berikutnya, jenazah didorong hingga jalan raya.
Video lain, jenazah yang didorong menggunakan tempat tidur pasien telah sampai di rumah keluarganya. Dalam rekaman video amatir itu, juga terlihat ada seseorang pria yang melarang media untuk masuk ke rumah pasien tersebut.
Informasi yang berkembang di warga, jenazah tersebut atas nama Hj. Sahriyah, warga Desa Nambakor, Kecamatan Saronggi, Sumenep.
Salah satu dokter spesialis paru RSI Kalianget, Sumenep, Andri Dwi Wahyudi membenarkan bahwa pasien tersebut merupakan pasien di RSI Kalianget dengan status terkonfirmasi positif Covid-19.
Ia menjelaskan, pasien tersebut masuk ke RSI Kalianget pada 11 Januari 2021. Pasien sudah pernah diperiksa ke RS Paru Pamekasan dengan diagnosa radang paru-paru.
"Jadi ketika masuk RSI, statusnya suspek Covid-19. Kemudian dilakukan tes swab terhadap pasien itu pada 12 Januari. Pada 13 Januari, hasil swab keluar dan dinyatakan terkonfirmasi positif," terang Andri, seperti dikutip dari beritajatim.com, jejaring media suara.com, Senin (25/01/2021).
Ia menceritakan, dalam rekam medis, pasien juga menderita diabetes selain radang paru-paru. Pasien tersebut menjalani perawatan di RSI selama 13 hari.
Baca Juga: Update Pasien Covid-19 di Wisma Atlet: 4.653 Positif, 44 Meninggal Dunia
"Kebetulan memang saya yang memeriksa. Kondisi pasien itu sebenarnya sempat membaik. Tapi kemudian memburuk dan hari ini meninggal dunia," ujarnya.
Menurutnya, pihaknya sudah berusaha menjelaskan kondisi pasien hingga meninggal dunia. Beberapa keluarganya memahami, tapi beberapa keluarga lain ada yang kurang memahami dan emosi.
"Entah kemudian bagaimana kok jenazah pasien itu diambil paksa keluarganya. Saya tidak tahu persis kejadiannya," ucapnya.
Yang jelas menurutnya, dengan status pasien yang meninggal dunia dengan kondisi positif Covid-19, pemulasaran jenazah akan difasilitasi oleh Tim Satgas Covid-19. Apabila keberatan, akan diminta menandatangani surat pernyataan.
"Tapi sepertinya keluarganya terlanjur emosi. Tidak ada dokumen penolakan pemulasaran jenazah dengan protokol Covid di sini," katanya.
Berita Terkait
-
Update Pasien Covid-19 di Wisma Atlet: 4.653 Positif, 44 Meninggal Dunia
-
Tok! KPU Resmi Tetapkan Fauzi-Eva Pasangan Terpilih Pilkada Sumenep
-
Tambah 12.191 Pasien, Kasus Positif Covid-19 Sabtu Ini Capai 977.474 Orang
-
Nomor 6 Se-Indonesia, Kasus Harian Covid-19 Kaltim Tambah 580 Kasus Baru
-
Airlangga Sembunyikan Corona, DPR: Tidak Ada yang Salah
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
Jembatan PonorogoTrenggalek Putus, Warga Terpaksa Menyeberang dengan Gantung Darurat
-
23 Desa di Jember Dilanda Banjir, 7.445 Keluarga Terdampak dan Seorang Tewas Tersengat Listrik!
-
CEK FAKTA: Viral Pemutihan Pajak Kendaraan Gratis dari Korlantas Polri, Benarkah?
-
Gunung Semeru Erupsi Lagi, Semburan Awan Panas Capai 6 Km
-
Gus Idris Bantah Dugaan Pelecehan Seksual, Janji Ikuti Proses Hukum!