SuaraJatim.id - Operasi yustisi terus dilakukan di Sidoarjo Jawa Timur untuk menindak para pelanggar jam malam dalam penerapan PPKM tahap kedua ini.
Operasi dilakukan sebagai upaya menekan angka penularan kasus Covid-19 di kabupaten setempat. Di Krian misalnya, salah satu minimarket nekat masih buka saat jam malam sehingga terpaksa harus ditutup.
Selain minimarket, petugas juga merazia warung-warung kopi dan kafe yang masih nekat buka dan beroperasi. Sebanyak 16 tempat usaha jualan seperti kafe restoran dan minimarket ditutup secara paksa.
Salah satu pemilik warung kopi yang usahanya ditutup mengaku tak mengetahui jika PPKM telah diperpanjang hingga 8 Februari. Ia akhirnya memilih pasrah apabila tempat usahanya tak bisa beroperasi karena melanggar aturan.
"Pasrah mas saya, saya mengira PPKM sampai tanggal 25 Januari, ternyata diperpanjang," ungkapnya.
Kapolsek Krian, Kompol Mukhlason mengatakan, dalam operasi yustisi kali ini petugas memberikan tindakan tegas berupa tilang (tipiring).
Sanksi tegas telah diberikan secara langsung kepada siapa saja yang nekat melanggar aturan saat PPKM. Para pelanggar akan diberikan surat penindakan untuk mengikuti sidang di Pengadilan Negeri (PN) Sidoarjo.
Selain pemilik usaha kafe restoran dan swalayan, pengunjung atau pelanggan yang tak mengenakan masker serta nongkrong tanpa jaga jarak diberi tindakan tilang dan menutup paksa tempat usahanya.
"Sebelumnya sejumlah pengusaha warkop, kafe, dan minimarket ini telah diberi teguran. Karena tidak menghiraukan, 16 pemilik usaha kafe restoran dan minimarket terpaksa kami tindak," katanya.
Baca Juga: Cewek Sidoarjo yang Kepalanya Dihantam Paving Siuman, Pelaku Pendekar Silat
Mukhlason menegaskan, operasi yustisi gabungan ini akan terus di lakukan pagi siang dan malam, hingga masyarakat patuh dengan prokes dan menyadari bahwa kesehatan adalah tanggung jawab bersama.
Pada PPKM Jilid II di Sidoarjo, aturan jam malam diberlakukan di 18 kecamatan. Pada jam malam, masyarakat dilarang melakukan aktivitas diluar rumah mulai pukul 22.00-04.00 WIB.
"Semua harus dijaga bersama dan di patuhi agar Covid-19 ini segera selesai," ujarnya.
Kontributor : Arry Saputra
Berita Terkait
-
Cewek Sidoarjo yang Kepalanya Dihantam Paving Siuman, Pelaku Pendekar Silat
-
Kisah Wisata Lembang dan KBB Babak Belur Dihantam Pandemi Covid-19
-
Komisi IX: Semua Daerah di Jawa-Bali Harus Ikut PPKM dan Melibatkan Ormas
-
PPKM Berjilid-Jilid, Covid-19 Tetap Tinggi, Ini Penjelasan Epidemiologi
-
Jokowi Evaluasi PPKM, Epidemiolog Sebut Sejak Awal Tidak Efektif
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Karhutla Bromo Meluas Jadi 176 Hektare, Pemadaman Diperkuat Dua Helikopter dan Drone
-
Polda Jatim Petakan Kerawanan Telaga Sarangan, Parkir hingga Bekas Longsor Jadi Perhatian
-
Kabel Tembaga Ngumpet di Jok Vario, Aksi Dua Pekerja di Gresik Berakhir di Tangan Polisi
-
Pilu! TKW Asal Tulungagung Tertipu Modus Asmara, Kerugian Capai Rp622 Juta
-
Mahar Pengkhianatan Rp622 Juta: TKW Tulungagung Ditipu Calon Suami