SuaraJatim.id - Presiden badan sepak bola dunia (FIFA) Gianni Infantino, menegaskan Piala Dunia 2022 di Qatar akan dilaksanakan sesuai dengan jadwal, yakni pada November dan Desember dengan kontestan 32 negara peserta.
"COVID akan dikalahkan saat itu. Jika dalam waktu dua tahun kita belum sampai ke sana, kita semua akan punya masalah yang lebih besar dari Piala Dunia," katanya dalam sebuah konferensi pers dikutip Antara dari reuters, Selasa (02/02/2021).
Sementara untuk pertandingan kualifikasi, kata dia, telah dimulai di Asia dan Amerika Selatan. Kemudian untuk Eropa akan dimulai pada Maret.
Kemudian soal vaksinasi Covid-19, Infantino mengatakan pemain sepak bola seharusnya tidak dianggap sebagai kelompok prioritas untuk menerima vaksin COVID-19.
Komentar ini berkaitan dengan kebijakan beberapa negara yang telah mulai menyuntikkan vaksin kepada atlet mereka atau berencana untuk menyuntik mereka sebelum Olimpiade Tokyo pada 23 Juli 2021.
Namun, Infantino, yang meluncurkan kampanye bersama dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk mempromosikan akses yang adil terhadap vaksin, mengaku bukan pendukung pemain sepak bola yang melompati antrean.
"Prioritas vaksin tentu saja adalah orang-orang yang berisiko dan untuk petugas kesehatan. Ini sangat jelas dalam pikiran kami. Saya tidak menganggap pemain sepak bola sebagai kelompok prioritas dalam hal ini, " katanya.
"Tentu saja untuk alasan keamanan, dalam konteks bulan-bulan mendatang, dalam konteks kompetisi dan perjalanan internasional, vaksinasi mungkin direkomendasikan di beberapa titik dan Olimpiade, tentu saja, hanya di musim panas. Tapi semua ini akan terjadi, tentu saja, dengan menghormati tatanan distribusi yang telah ditetapkan. Ada orang yang berisiko dan orang-orang ini harus mendapat prioritas tentunya dan itu bukan pemain atau ofisial sepak bola," tambahnya.
Ditanya tentang kebijaksanaan mengadakan pertandingan internasional dalam situasi saat ini, Infantino mengatakan pertandingan akan berlangsung di bawah "protokol kesehatan jelas yang tidak akan membahayakan kesehatan siapa pun".
Baca Juga: Presiden FIFA: Pesepakbola Bukan Prioritas Penerima Vaksin
"Selalu ada keseimbangan yang harus kami ambil, tetapi kami perlu menghormati keputusan pemerintah di seluruh dunia... situasinya sangat, sangat berbeda di seluruh dunia."
"Kami akan memantau situasi dalam beberapa minggu mendatang, kami dapat melihat situasinya berkembang dari minggu ke minggu."
"Pertandingan internasional akan digelar pada Maret; saat itu kami akan menilai situasinya dan melihat di mana kami bisa bermain dan dalam kondisi seperti apa, dan kami pasti tidak akan mengambil risiko apapun dengan kesehatan siapa pun saat kami bermain sepak bola," katanya.
Berita Terkait
-
Presiden FIFA: Pesepakbola Bukan Prioritas Penerima Vaksin
-
Ada Shin Tae-yong, Pelatih Vietnam Enggan Remehkan Timnas Indonesia
-
Jadwal Kualifikasi Piala Dunia 2022: Jika Peserta Lain Sepakat, PSSI Setuju
-
PSSI Setuju Pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2022 Digelar Juni 2021
-
Kualifikasi Piala Dunia 2022: PSSI Sepakat Pertandingan Digelar Juni 2021
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
Terkini
-
RM Padang di Tulungagun Ludes Dilalap Api Saat Pemilik Terlelap, Rugi Rp250 Juta
-
Gudang Bank Sampah di Jombang Ludes Terbakar
-
Jatim Raih 8 Penghargaan Anugerah Adinata Syariah 2026, Gubernur Khofifah: Wujudkan Ekonomi Syariah
-
Aksi Nekat Masuk Kolong Truk: Drama Pelarian Napi Lapas Madiun Berakhir di Pati
-
Skandal Mahasiswi Bangkalan Buang Bayi Hasil Cinta Terlarang