SuaraJatim.id - Terkait kasus pembunuhan terhadap sopir Grab, Moch Cholis, di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Grab Indonesia mengaku terpukul dengan peristiwa pembunuhan mitra pengemudinya itu.
Dalam siaran persnya terkait kasus itu, PT Solusi Transportasi Indonesia (Grab Indonesia) menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga, kerabat dan rekan korban.
Perwakilan Grab juga sudah bertemu dengan keluarga korban secara langsung dan memberikan bantuan serta dukungan yang diperlukan.
"Kami sangat terpukul saat menerima kabar duka mengenai tewasnya salah satu mitra pengemudi kami di Kediri, Jawa Timur, Almarhum Bapak Moch Cholis," demikian disampaikan Juru Bicara Grab Indonesia dalam siaran persnya, Selasa (02/02/2021).
Sebelumnya, kasus pembunuhan Moh Kholis (32), sopir Grab asal Desa Wedoro, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, yang jasadnya ditemukan di saluran air Kediri diungkap kepolisian.
Pelakunya bernama Himawan Eka Febrianto (24), warga Dusun Pulosari, Desa Purwoasri, Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Pasuruan.
Ia ditangkap di rumahnya. Polisi juga terpaksa melumpuhkan Himawan dengan menembak kaki kirinya karena melawan saat hendak ditangkap.
"Selama pelarian, pelaku bersembunyi di rumahnya. Belum sempat menjual mobil hasil curian. Ditinggalkan di pinggir jalan. Hanya membawa uang tunai sekitar Rp 600 ribu milik korban sedangkan handphone korban dibuang," kata Kapolres Kediri AKBP Lukman Cahyono.
Uang hasil rampokan tersebut rencananya akan digunakan pelaku untuk membayar cicilan rumah. Pelaku berdalih kalut, karena terlilit hutang kredit rumah yang ditempati.
Baca Juga: Banjir Bandang Sapu 2 Desa di Jombang, Lumpur Setebal 50 cm Tutupi Jalan
Grab Indonesia, sejak pertama kali mendengar kasus tersebut segera membantu proses investigasi yang dilakukan oleh Kepolisian Kediri dengan melakukan pengecekan data perjalanan mitra pengemudi dari aplikasi Grab.
Berdasarkan hasil penelusuran, pelaku awalnya memesan layanan Grab menuju Terminal Pandaan dan pelaku berhasil membujuk korban untuk melakukan perjalanan secara offline--di luar aplikasi Grab, dimana peristiwa naas tersebut terjadi.
Polisi juga telah menangkap tersangka yang merupakan penumpang terakhir dari perjalanan yang dilayani secara offline (di luar platform) oleh korban.
Grab senantiasa mengedepankan keselamatan dan keamanan mitra pengemudi maupun penumpang. Oleh karena itu, Grab selalu mengimbau mitra pengemudi dan penumpang untuk hanya memesan dan menerima perjalanan secara resmi dari aplikasi Grab, untuk memastikan perjalanan yang lebih aman dan terlindungi.
"Sejak tahun 2018, Grab juga telah menyediakan berbagai fitur keamanan bagi mitra pengemudi dan penumpang, termasuk tombol darurat, teknologi penyamaran nomor telepon, dan layanan respon darurat 24 jam," katanya.
Apabila masyarakat menerima peredaran informasi terkait layanan Grab disarankan selalu mengecek kebenaran informasi tersebut sebelum meneruskannya ke pihak lain dengan meneruskan ke tim Customer Experience kami untuk segera ditindaklanjuti.
Berita Terkait
-
Banjir Bandang Sapu 2 Desa di Jombang, Lumpur Setebal 50 cm Tutupi Jalan
-
Kasihan! Rumah Ambruk, Sepekan Tukang Becak Sumenep Ini Tinggal di Tenda
-
Tragis! Sapul Tewas Bersimbah Darah Usai Pamit Ngapelin Cewek
-
Berkunjung ke Blitar? Kamu Bisa Mampir ke 5 Destinasi Wisata Gratis Ini
-
Tok! Bocah Pembunuh Karyawati Bank Mandiri Dihukum 7,5 Tahun Penjara
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Skandal Tagihan Hantu di RS Jember: Saat Dana BPJS Rakyat Digerogoti Diagnosa Palsu
-
Mafia Masuk PTN Terbongkar: 3 Dokter Aktif di Jatim Jadi Otak Sindikat Joki UTBK Beromzet Miliaran
-
Duka di Balik Topeng Tawa: Kisah Tragis Badut Keliling Mojokerto yang Habisi Nyawa Mertua
-
Holding UMi Jadi Jawaban Atas Akses Pembiayaan Terintegrasi bagi Para Pelaku Usaha Mikro
-
BRILink Agen Jangkau Lebih dari 80% Desa di Indonesia, Transaksi Capai Rp420 Triliun