SuaraJatim.id - Ribut-ribut berita hoaks penembakan terhadap Idris Al-Marbawy atau Gus Idris, mendapat tanggapan dari Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, Kiai Marzuqi Mustamar.
Kiai Marzuki, yang juga Pengasuh Ponpes Sabilurrosyad, Gasek, Malang, itu menilai penyebaran hoax itu tidak diajarkan dalam agama Islam. Bahkan bisa disebut keluar dari ajaran Islam.
Di dalam ajaran Islam, kata dia, siapapun tidak boleh berbohong atau menyebar informasi tidak benar.
"Saya bicaranya normatif saja dalam ajaran Islam tidak boleh membully orang. Tidak boleh memfitnah, tidak boleh berkhianat, bohong tidak boleh, adu domba tidak boleh," kata Marzuqi saat ditemui SuaraMalang.id, jejaring media SuaraJatim.id di kediamannya, Rabu (03/03/2021).
Marzuqi juga berpendapat, siapapun termasuk ulama sekalipun yang keluar dari ajaran Islam itu niscaya akan mengalami kerugian cepat atau lambat.
Salah satu pengajar di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang ini mengatakan kepercayaan dari orang lain adalah hal yang wajib dijaga untuk meraih kesuksesan dunia dan akhirat.
Caranya menjaga kepercayaan orang lain adalah dengan bertutur dan berprilaku jujur ke orang lain.
"Ini untuk siapapun, salah satu kunci sukses itu kalau kita mendapat kepercayaan dari pihak lain. Orang dagang sukses memasarkan asalkan mendapat kepercayaan. Orang berdakwah akhirnya menjadi besar dipercaya umat. Karena mereka percaya," kata dia.
Hal ini berbeda jika seseorang sudah berbohong atau menyebar informasi hoax. Ulama ataupun pengasuh pondok pesantren sekalipun, kata Marzuqi, akan kehilangan umat atau santrinya atau mengalami kerugian.
Baca Juga: Gus Idris Diperiksa Polisi Soal Heboh Video Penembakan 'Serangan Sihir'
"Kalau kita umat Islam sering berbohong mengecewakan orang menghianati orang, ujung-ujungnya orang lain gak percaya sama Islam. Ustaz atau siapapun bikin bohong lama-lama ujung-ujungnya masyarakat kecewa, habis lah jamaahnya habislah santrinya," tutur dia.
Untuk itu, Marzuqi mengajak tidak hanya Gus Idris tapi seluruh warga Indonesia untuk berhenti menyebar berita hoax atas nama apapun.
"Karena jangan sampai kejadian di Timur Tengah perang saudara itu karena berseliweran hoax. Akhirnya umat bingung fitnah sana sini akhirnya perang saudara. Indonesia tidak boleh," papar Marzuqi.
Marzuqi pun mengaku sering melakukan laporan ke Subdit Cyber Crime Polda Jatim jika menemukan laporan hoax di dunia maya.
"Saya terus lakukan laporan sering juga mendapat hoax lalu saya laporkan ke Cyber Crime untuk tracing. Jadi saya harap dan mengajak pemerintah atau aparat untuk memberentas hoax di Indonesia," ujarnya.
Kontributor : Bob Bimantara Leander
Berita Terkait
-
Gus Idris Diperiksa Polisi Soal Heboh Video Penembakan 'Serangan Sihir'
-
85 ABK Panti Asuhan Yayasan Bhakti Luhur Malang Isolasi Mandiri
-
Gus Idris Bantah Videonya Hoaks: Ini Murni Serangan Sihir, Bukan Penembakan
-
Terungkap! Polisi Pastikan Penembakan Gus Idris yang Heboh di Malang Hoaks
-
Heboh Penembakan Gus Idris Malang, Polda Jatim: Itu Hoaks
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- 12 Pilihan Mesin Cuci Langsung Kering Tanpa Jemur
- Angka Hoki Shio untuk Menarik Rezeki dan Keberuntungan Finansial
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Jejak Aparat pada Kematian Pedagang Cermin saat Demo 27 Agustus 2026
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
Terkini
-
Travel Reward untuk Frequent Traveler, Ada Ekstra 27.000 GarudaMiles dari BRI
-
Skandal Narkoba Hotel Surabaya: 3 Anggota DPRD Fraksi Gerindra Diciduk Teler, Ini Identitasnya
-
3 Anggota DPRD Terciduk Pesta Narkoba di Kamar Hotel Surabaya, Bakal Lolos Penjara Lewat Jalur RJ
-
Ketika Tujuh Nyawa Mengubah Arah Indonesia: 5 Fakta Tragedi G30S
-
Niat Perbaiki Pompa Air, Lansia di Madiun Tewas Usai Terperosok ke Sumur 20 Meter