SuaraJatim.id - Kasus kematian pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Madiun tercatat tinggi. Hasil catatan Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat, 102 orang meninggal dari total kasus sebanyak 1.578 orang.
"Angka kematian pasien kasus positif Covid-19 di Kota Madiun terus meningkat. Saat ini, total kasus kematian sudah mencapai 102 orang per Jumat ini," ujar Dokter Puskesmas Tawangrejo, Nadiya Auliya Nabila di Madiun, Jumat (5/3/2021) dilansir Antara.
Menurut dia, salah satu penyebab tingginya kasus kematian pasien Covid-19 di Kota Madiun, kebanyakan disebabkan karena memiliki penyakit penyerta atau komorbid.
Terlebih lagi, meski memiliki komorbid, pasien Covid19 bersangkutan memilih menjalani isolasi mandiri di rumah. Sehingga, jika terjadi kegawatan karena komorbidnya, terlambat mendapatkan penanganan medis.
"Biarpun rumah memungkinkan untuk dijadikan tempat isolasi mandiri, pasien dengan komorbid baiknya melakukan isolasi di rumah sakit. Sebab, kita tidak pernah tahu kapan komorbidnya itu memburuk," paparnya.
Sebab, risiko kematian pasien Covid-19 dengan penyakit penyerta cukup tinggi. Rata-rata memiliki penyakit penyerta seperti diabetes, hipertensi, jantung, stroke, maupun asma.
Nadiya menyebut mereka sejatinya bisa melakukan isolasi di rumah asal tidak memiliki riwayat sesak atau membutuhkan alat pernafasan.
Namun, yang bersangkutan harus dipastikan dalam kondisi baik. Misalnya, gula darahnya sedang tidak tinggi atau kelewat rendah.
"Yang bersangkutan harus bisa bertanggung jawab atas kondisinya masing-masing. Saat memang butuh perawatan lebih lanjut, baiknya segera ke rumah sakit," katanya.
Baca Juga: Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah Sembuh COVID-19
Hal tersebut penting mengingat banyaknya kasus kematian karena terlambat dalam perawatan. Kondisi pasien yang dibawa ke rumah sakit sudah kelewat akut atau kritis.
Sesuai data, di Kota Madiun kasus Covid-19 hingga Jumat (5/3/2021), mencapai 1.578 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 1.353 orang di antaranya telah sembuh, 53 orang lainnya masih dalam perawatan, 70 orang isolasi mandiri, dan 102 orang meninggal dunia.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mudah, Ini Cara Menghentikan Spam Call di HP Android dan iPhone
- Pengamat Nilai Manuver KSP Listyo Bongkar Hambatan Birokrasi Jadi Investasi Jangka Panjang
- Pengacara Kamaruddin Simanjuntak Sakit Apa? Meninggal Dunia di Usia 52 Tahun
- 5 Rekomendasi Sepatu untuk Jalan Kaki 20 Ribu Langkah, Empuk dan Tidak Cepat Pegal
- Cara Menggunakan Minyak Zaitun Mustika Ratu untuk Wajah dan Rambut
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Puluhan Kiai Sepuh NU Berkumpul di Lirboyo, Soroti Keadilan dalam Kasus Gus Yaqut
-
Songsong Usia 131 Tahun, BRI Perkuat Komitmen Majukan Ekonomi Indonesia
-
Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan Air Bersih 196 KK Terdampak Kekeringan di Desa Kenongrejo Ngawi
-
Warga Blitar Menjerit BBM Sulit, Polisi Malah Temukan 6.000 Liter Pertalite Mengendap di SPBU
-
Rencana Hibah Rp2,3 Miliar untuk Kampung Religi Gus Iqdam Disorot DPRD: Ponpes di Blitar Bukan Satu