SuaraJatim.id - Polresta Malang Kota menetapkan Harry Loho (23), seorang demonstran di Hari Perempuan Internasional sebagai tersangka. Harry disebut terbukti merusak truk polisi saat aksi tersebut berlangsung di kawasan Stadion Gajayana, Kota Malang, Senin (8/3/2021) lalu.
Faktor yang membuat Harry memecah kaca bagian sopir dari dalam bak truk polisi, lantaran melihat anggota demonstran masih banyak yang belum dinaikan ke atas truk. Dia lantas memecah kaca bagian depan, serpihan kaca mengenai mata anggota polisi yang menjadi sopir dan mendapatkan penanganan medis.
“Pelaku menendang ke arah pengemudi yang mengakibatkan kaca belakang truk dinas kepolisisan pecah,” ujar Wakapolresta Malang Kota AKBP Totok Mulyanto, seperti dikutip dari beritajatim.com - jaringan Suara.com, Selasa (9/3/2021).
Totok menuturkan, demonstran beberapa kali sengaja memprovokasi polisi. Dia mencatat ada beberapa tindakan yang melanggar hukum. Dimulai dari menyerang petugas, hingga menendang kaca bagian sopir. Polisi sebelumnya memberi waktu 15 menit untuk orasi damai sembari meminta demonstran naik ke atas truk untuk diantar ke tempat tinggal masing-masing.
“Saat kita naikkan, ada perbuatan melanggar hukum. Alasan temannya ketinggalan, akhirnya ada petugas kami yang dipukul. Begitu dimasukkan ke truk salah satu peserta aksi menendang kaca truk hingga pecah dan serpihannya mengenai mata petugas,” kata Totok.
Menurutnya aksi peringatan Hari Perempuan Internasional telah disusupi oleh Aliansi Mahasiswa Papua (AMP). Sebab, temuan di lapangan demonstran membawa poster bertuliskan menolak otonomi khusus di Papua dan menuntut kemerdekaan Papua Barat.
“Dalam kegiatannya ternyata sudah ditunggangi kelompok AMP. Kegiatan itu sudah di luar agenda peringatan Hari Perempuan. Peserta demo kami berikan waktu 15 menit menyampaikam aspirasi. Edukasi prokes kami lakukan. Namun, mereka malah berbuat anarkis, melawan hukum dan melawan petugas,” imbuh Totok.
Sedangkan personel Polresta Malang Kota yang menjadi korban adalah Bripka Eko Winardi.
Menurut Dokter Polresta Malang Kota Ahmadi, Eko mengalami trauma OS Trauma Okuli non Perforans dengan komplikasi erosi kornea.
Baca Juga: Hari Perempuan Internasional, Nadiem Upayakan Hapus 3 Dosa Besar Pendidikan
“Pada saat kejadian kemarin, anggota kami Bripka Eko Winardi mengalami trauma. Posisi sekarang beliau di opname di Rumah Sakit Hermina untuk observasi, karena serpihan kaca itu masuk ke lensa mata,” tandas Ahmadi.
Akibat perbuatanya Harry Loho dijerat dengan Pasal 351 ayat (1) KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana) ancaman hukuman 2 tahun 8 bulan kurungan penjara dan/atau Pasal 406 KUHP dengan ancaman hukuman 2 tahun 8 bulan kurungan penjara.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dapat Warisan PR Karhutla, Menko Polkam Dudung Siap Terjun Langsung ke Lokasi
- 4 Rekomendasi Pelembap Viva untuk Kulit Kering, Bantu Perbaiki Skin Barrier
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
- 8 Sneakers Lokal Paling Nyaman dan Modis untuk Gaya Harian, Mulai Rp200 Ribuan
Pilihan
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
-
Disaksikan Andi Gani dan Perwakilan Buruh, DPR Resmi Sahkan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan Jadi UU
Terkini
-
Putusan MK Kelar, Polemik Pendidikan Gibran Bergeser ke Ujian Kepercayaan Publik
-
Santap Sate Ayam Pahit dan Kecut, 27 Siswa SMPN 1 Mojoanyar Tumbang Usai Makan MBG
-
Dugaan Kekerasan Mantan Kepala SMPN 18 Malang Naik Penyidikan, Ada Tiga Laporan Polisi
-
BRI Junio dan Mobile Legends: Bang Bang Hadirkan Kartu Debit Edisi Khusus untuk Nasabah
-
Perjalanan Pulang ke Madura Berujung Duka: Xenia Hantam Truk di Tol Jomo, Satu Penumpang Tewas