Scroll untuk membaca artikel
Muhammad Taufiq
Rabu, 10 Maret 2021 | 16:41 WIB
Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo berjalan menuju mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan lanjutan di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (3/2/2021). [ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso]

"Ada perintah dari Pak Edhy untuk agar mobil dipakai Anggia karena Anggia belum punya mobil?" tanya jaksa penuntut umum (JPU) KPK Siswandhono.

"Betul, pakai uang Bapak yang cash, uang yang di saya," ungkap Amiril.

Amiril diketahui menjadi sespri Edhy Prabowo sejak 2015 dan bertugas untuk mengelola uang tunai milik Edhy Prabowo.

"Saya kasih cash kepada Bang Amri, lalu diserahkan kepada Ainul Faqih, lalu Ainul Faqih yang membayarkan mobil tersebut," kata Amiril.

Baca Juga: Jumat Keramat, Iis Rosita Diperiksa KPK Terkait Kasus Suami Edhy Prabowo

Amri adalah rekan Edhy Prabowo yang dijadikan direktur di perusahaan logistik pengirim benih bening lobster (BBL) bernama PT Aero Citra Kargo (ACK), sedangkan Ainul Faqih adalah staf pribadi istri Edhy Prabowo yang juga anggota DPR RI Iis Rosita.

"Kalau apartemen untuk Fidya atas perintah Pak Menteri?" tanya jaksa.

"Kalau Fidya dia yang mengajukan kepada saya, dia (Fidya) baru jadi sespri saat itu, lalu dia mengajukan kepada saya 'Pak gimana, ya, saya sudah seminggu di sini tinggal di hotel'. Dia bilang kalau ada kompensasi dari Bapak (Edhy), saya mau mengajukan kos atau apa, itu pada bulan pertama lalu saya sampaikan kepada Pak Menteri dan Bapak acc permintaannya," ungkap Amiril.

Amiril lalu mencarikan apartemen terdekat.

"Saya carikan lalu dapat di Menteng Park, apartemen 2 kamar harganya Rp 160 juta per tahun," tambah Amiril.

Baca Juga: Mantan Penasihat Eks Menteri KKP Edhy Prabowo Dipanggil KPK Terkait Permen

Amiril lalu membayar apartemen itu dari uang yang dia peroleh dari Amri.

Load More