SuaraJatim.id - Kantor penyedia aplikasi transportasi online Grab Surabaya disegel mitra drivernya. Driver Grab yang tergabung dalam Frontal (Front Driver Online Tolak Aplikator Nakal) ini kecewa lantaran permintaannya tidak dipenuhi.
Seperti disampaikan Humas Frontal David Walalangi. Menurut dia, penyegelan terpaksa dilakukan lantaran manajemen perusahaan tidak kooperatifnya menindaklanjuti tuntutan yang disampaikan para mitra ojek online (ojol) tersebut.
Apa sih tuntutannya? Pertama revisi potongan 20 persen yang dikenakan pada pengemudi ojol setiap kali orderan masuk, kedua tuntutan alokasi dana corporate social responsibility (CSR) dari perusahaan aplikator untuk pengemudi, ketiga standar tarif netto untuk pengemudi.
"Tiga tuntutan itu kami sampaikan ke aplikator. Kemarin dan hari ini, pihak Gojek sudah kooperatif untuk melakukan mediasi. Tapi pihak Grab hari ini tidak muncul, karena itu kantor Grab disegel oleh kawan-kawan," ujar David selepas aksi, seperti dikutip dari beritajatim.com, jejaring media suara.com, Rabu (07/04/2021).
Penyegelan dan penjagaan kantor Grab oleh massa pengemudi ojol akan dilakukan beberapa hari ke depan sampai pihak manajemen Grab muncul dan mau duduk bersama membahas tuntutan mitra pengemudi ojol.
"Terkait CSR ini pihak Grab pernah mengeluarkan statement telah mengeluarkan dana CSR sebesar Rp 110 miliar se-Indonesia. Teman-teman coba mengejar kejelasan statement tersebut. Manajemen Grab malah tidak datang. Arek-arek akan jaga sampai pihak Grab muncul untuk membahas netto, potongan 20 persen dan CSR ini," papar David.
Selain mengajukan tuntutan kepada perusahaan aplikator, massa Frontal juga menuntut adanya bantuan Jaringan Pengaman Sosial (JPS) tahap kedua dari Pemerintah Daerah sebab dampak pandemi masih dirasakan oleh pengemudi ojol.
"Tuntutan terkait JPS, Dinas Perhubungan Jawa Timur mengatakan akan mengajukan permintaan tersebut ke kepala daerah. JPS tahun 2020 lalu memang inisiatif dari gubernur dan wakil gubernur untuk memberikan bantuan kepada para driver ojol yang belum menerima bantuan apapun dari luar. Kami minta program ini digulirkan kembali," ujarnya.
Tuntutan lainnya, massa meminta pemerintah daerah mendorong Pertamina untuk memberikan subsidi bahan bakar minyak (BBM) melalui Program Langit Biru (PLB).
Baca Juga: Viral Driver Ojol Angkut Tumpukan Kasur Segede Gaban, Customer Dikecam
"Subsidi BBM PLB ini butuh juga pengajuan dari gubernur. Dishub akan mengajukan ke Kemenhub agar driver online juga diberikan, tidak hanya ntuk plat kuning dan roda dua saja," ujarnya.
Tuntutan yang terakhir, massa Frontal meminta pengemudi ojol dilindungi dari aksi debt collector pihak leasing yang kerap melakukan penarikan kendaraan di jalan serta penagihan dengan kekerasan kepada pengemudi ojol.
"Hal itu memang ranahnya leasing, tapi ojol yang mengalami bisa melaporkan ke pihak Polres atau Polda setempat. Karena MA sudah menetapkan tidak boleh ada lagi penarikan kendaraan di jalan, harus melalui persidangan. Ada juga yang melakukan penagihan dengan menekan psikis. Program restrukturisasi kredit dari pemerintah ini kan harusnya sampai Maret 2022," kata David.
Aksi Frontal yang dilakukan hari ini merupakan aksi jilid ketiga. Frontal merupakan gabungan asosiasi HIPDA (Himpunan Pengusaha Daring) Indonesia, PDOI (Perhimpunan Driver Online Indonesia) Jawa Timur, ADO (Asosiasi Driver Online) Jawa Timur, PAS (Perkumpulan Armada Sewa) Indonesia dan Bamboe Runcing.
Berita Terkait
-
Viral Driver Ojol Angkut Tumpukan Kasur Segede Gaban, Customer Dikecam
-
Ditarget 1.500 Orang Perhari Divaksin Covid 19 di Palembang
-
Haru! Pesan Anak Pengemudi Ojek Online untuk Penumpang Ayahnya
-
Terungkap! Motif Pembunuh Ojol di Binjai Kalah Judi dan Niat Merampok
-
Bejad! Kalah Main Judi, Pedagang Daging Ayam Bunuh Driver Ojek Online
Terpopuler
- Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 5 Novel Sejarah untuk Menelusuri Jejak G30S/PKI, Jangan Lupakan Masa Lalu!
Pilihan
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
Terkini
-
ADVAN Ajak Komunitas Pelari Malang Hidup Aktif lewat Run Like a Pro
-
BRI Money Changer, Tukar Valas Kini Lebih Mudah di Lokasi Terdekat
-
Nekat! Kecanduan Judi Online, Dua Remaja Bobol 13 Sekolah di Tuban-Rembang
-
Pilu! Hilang Dini Hari, Mbah Lastri Ditemukan Tak Bernyawa di Jurang Magetan
-
BRI Peduli Temani Langkah Mahesa, dari Jalan Kaki Terjebak Banjir Rob Kini Pakai Sepeda