SuaraJatim.id - Sampai sekarang kasus dugaan pencabulan yang dilakukan seorang dosen Universitas Jember (Unej) berinisial R-H, masih diproses Unit PPA Satreskrim Polres Jember.
Sebanyak lima saksi sudah dipanggil oleh kepolisian, termasuk terduga sendiri untuk dimintai keterangan. Prosesnya sendiri tinggal menunggu gelar perkara yang belum juga dilakukan polisi.
"Untuk kelanjutan kasus (Dugaan pencabulan) oknum dosen, kita (Polres Jember) sudah memeriksa 5 orang saksi. Termasuk juga memeriksa oknum dosen tersebut, dengan status sebagai saksi (terlapor)," kata KBO Satreskrim Polres Jember Iptu Solekhan Arif, Selasa (13/4/2021).
Selanjutnya, setelah didapat keterangan dan disandingkan dengan barang bukti pendukung yang didapatkan, Arif melanjutkan, proses dan tahap selanjutnya bisa dilakukan.
"Artinya, akan kita gelar perkaranya. Karena dalam penanganan ini ada tahapan-tahapannya. Jadi nanti, akan kita gelarkan (perkara), untuk proses (hukum) berikutnya," ujarnya, seperti dikutip dari suarajatimpost.com, jejaring media suara.com.
Kapan tahapan proses hukum itu dilakukan? "Untuk proses gelar perkara secepat mungkin kita lakukan," katanya melanjutkan.
Namun demikian, Mantan Kanit Reskrim Polsek Tempurejo itu mengatakan, dari pemeriksaan sejumlah saksi kemarin. Diketahui juga sudah didukung dengan sejumlah barang bukti yang didapatkan dari korban.
"Terkait barang bukti yang sudah diamankan polisi, kami sudah menyampaikan kepada penyidik, sudah kami lakukan penyitaan. Terdiri dari pakaian korban, dan barang bukti lain. Termasuk handphone korban itu sendiri," jelasnya.
Handphone milik korban, kata dia, diketahui sebagai alat yang digunakan untuk merekam secara audio dugaan perlakuan pencabulan yang dilakukan pelaku.
Baca Juga: Terseret Ombak, Jasad Bocah Tenggelam Ditemukan Mengapung di Laut
Sedangkan untuk barang bukti pakaian yang digunakan korban. "Relevansinya adalah (pakaian) yang dipakai korban, saat diduga dicabuli oleh pelaku saat itu," sambungnya.
Apakah ada korban lain, terkait tindak dugaan pencabulan oknum dosen itu? "Kita masih belum tahu (belum ada laporan). Tapi saat ini korban masih satu (orang), yakni keponakannya sendiri," kata Arif.
Sebelumnya, kasus dugaan pencabulan ini terungkap beberapa waktu lalu, setelah ibunya mendapat informasi pencabulan dari anaknya yang tinggal di rumah paman korban, dosen berinisial R-H itu.
Pelaku diduga melakukan pencabulan terhadap keponakannya sendiri. Karena menuduh korban sedang sakit kanker payudara. Diduga dicabuli pelaku dengan bardalih untuk melakukan pengobatan agar sembuh.
Berita Terkait
-
Terseret Ombak, Jasad Bocah Tenggelam Ditemukan Mengapung di Laut
-
Dosen Unej Pencabul Anak di Bawah Umur Ditetapkan Jadi Tersangka
-
Mau Puasa, Harga Daging Ayam di Jember Rp 42 Ribu per Kilogram
-
Jelang Ramadhan, Harga Daging Ayam di Jember Melonjak Drastis
-
Pakai Sistem Khumasi, Warga Perbatasan Jember-Bondowoso Berpuasa Hari Ini
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
Terkini
-
Kronologi Anak Terjepit Teralis Bangku di RSUD Jombang, Damkar Turun Tangan
-
Warga Keluhkan Parkir Liar di Tulungagung, Dipungut Rp 5 Ribu di Depan Hotel
-
Miris! Lansia Tokoh Masyarakat Cabuli Anak di Surabaya, Korban Diancam dan Diiming-imingi Jajan
-
Pacitan Diguncang 1.135 Gempa Sepanjang 2025, BPBD Ingatkan Kesiapsiagaan Warga
-
Kasus Napi Aniaya Napi di Lapas Blitar Berujung Maut, Korban Tewas Kritis dan Stroke Otak