SuaraJatim.id - Satgas Covid-19 Nasional menilai penggunaan Rumah Tahanan Militer (RTM) Madiun sebagai tempat karantina pemudik yang nekat pulang di masa larangan mudik sudah tidak layak.
Pernyataan tersebut disampaikan Anggota Tim Satgas Covid-19 Nasional Andi Ilham Said usai memeriksa kondisi bangunan yang sudah 40 tahun lebih tidak digunakan.
"Saya kira hanya untuk menakuti orang, itu sebagai lambang saja. Kalau ada yang datang jangan disitu tempatnya. Masih banyak yang lainnya " ujar Andi seperti dilansir Times Indonesia-jaringan Suara.com pada Kamis (6/5/2021).
Merespons Satgas Covid-19 Nasional, Wali Kota Madiun Maidi menanggapinya positif. Diakuinya, keberadaan RTM dijadikan tempat karantina tersebut diharapkan tidak ada pemudik yang menghuni tempat tersebut.
"Karena tidak layak maka jangan masuk ke sana. Kalau tempat karantina tidak enak ya memang itu tempat bagi pelanggar," ujar Maidi saat dikonfirmasi.
Namun, Maidi menegaskan jika Pemkot Madiun tetap menyiapkan RTM sebagai lokasi karantina. Bahkan, beberapa prasarana telah disiapkan dan sisanya tinggal penyelesaian.
"RTM hampir final. Karpet, lampu, bantal sudah ready dan ada tadi yang kurang adalah mengenai air dan akan kita perbaiki dan siapkan tanki," ujar Maidi.
Diketahui, bangunan RTM masih tetap dengan kondisi semula, tidak ada pengecatan ulang, ruangan bekas tahanan hanya dibersihkan saja dan lantai ubin hanya dilapisi karpet.
Baca Juga: Ini Tempat Uji Nyali Buat Pemudik yang Nekat Mau Berlebaran ke Kota Madiun
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
Terkini
-
Setelah Sang Kakak, Kini Adiknya Ditemukan Tewas di Pantai Seruni Payangan Jember
-
Ironi! Banyak Anggota DPRD Blitar Absen Saat Tradisi Sakral Brokohan Pancasila
-
BGN Segel 27 SPPG di Sampang Gara-Gara Limbah
-
Ban Pecah di Lajur Cepat, Tiga Kendaraan Terlibat Tabrakan Beruntun di Tol Surabaya-Mojokerto
-
Skandal 30 Detik Muda Mudi di Alun-Alun Sidayu: Fasilitas Publik Jadi Panggung Cinta Terlarang