SuaraJatim.id - Emak-emak warga Jember Jawa Timur nampak emosi mendatangi kantor kepolisian setempat, Kamis (01/07/2021). Mereka langsung menuju Pos Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Jember.
Para emak-emak ini mengaku sebagai korban penipuan dari arisan online (Arisol). Mereka melaporkan seorang perempuan bernama Wilda Lu'luul Mukaromah alias Luluk warga Perumahan Antirogo di Dusun Klonceng, Desa Patemon, Kecamatan Pakusari.
Luluk dianggap melakukan penipuan dan membawa lari uang peserta arisan kurang lebih miliaran rupiah. Demikian disampaikan salah satu emak-emak bernama Dian.
"Nominalnya besar, karena pesertanya ada 20 orang lebih. Tidak hanya dari Jember, ada yang dari Banyuwangi, Blitar, Jawa Tengah, dan daerah lainnya. Ini sekarang (korban lainnya), masih perjalanan ke Jember," katanya, dikutip dari suarajatimpost.com, jejaring media suara.com.
Sistem arisan yang diikutinya sudah berlangsung kurang lebih 3 tahunan. Namun beberapa bulan belakangan si penyelenggara arisan dianggap menghilang dan diduga membawa kabur uang milik anggota arisan.
"Karena pesertanya itu ada yang bayar Rp 4 juta, ada yang duo (satu nomor arisan diikuti dua orang), ada juga yang sampai Rp 12 juta. Sedangkan (sistemnya), yang dapat pertama pengutang, yang kedua pendonor," ujar ibu muda asal Kecamatan Rambipuji ini.
Namun kemudian setelah berjalan beberapa bulan, katanya, ada peserta arisan yang menjadi anggota duo tidak bayar. Padahal sudah mendapat uang arisan pertama untuk ikut arisol ini.
"Bisa dibilang kabur tapi ya tidak tahu lagi. Tapi tidak mau menemui (saat diminta klarifikasi alasan tidak mau membayar arisan), dan (dianggap) tidak ada tanggung jawabnya," katanya jengkel.
"Padahal nomornya (Whatsapp) ada, dan aktif. Kalau niat baik ya temui kita ini. Pakai materai (untuk pertanggung jawaban), juga langsung bayar berapa ayo semampunya," ujarnya.
Baca Juga: Buruknya Pengelolaan APBD Kabupaten Jember 2020 Disorot DPRD
Namun anggota tersebut menghilang, ditambah Penyelenggara arisan juga tidak bisa dihubungi. Bahkan rumah terduga pelaku juga sudah lama kosong tidak ditempati.
"Kita bingung mau kemana, akhirnya ke Polres Jember ini untuk kita laporkan sebagai penipuan," ucapnya.
Selain dirinya, Dian menambahkan, masih banyak korban lainnya. Termasuk juga adiknya sendiri. "Adik saya (total kerugian) Rp 13 juta. Anggota bisa 20 orang lebih total kerugian Rp 2 miliar," bebernya.
Terpisah salah seorang anggota SPKT Polres Jember yang enggan disebutkan namanya. Mengaku menerima informasi dari belasan ibu-ibu yang diduga jadi korban penipuan arisan online itu.
Namun karena masih ada dokumen dan informasi yang kurang. Diminta untuk melengkapi terlebih dahulu.
"Memang benar tadi datang semua ke sini, tapi kita minta dilengkapi dulu. Seperti rekening koran (sebagai bukti transfer membayar arisan online). Juga dokumen lainnya, nama grup arisan dan kelompok yang sendirian dan duo itu," ujarnya.
"Setelah berkas lengkap besok katanya ibu-ibu itu datang lagi ke Polres Jember untuk tindak lanjut permasalahan ini," katanya.
Berita Terkait
-
Buruknya Pengelolaan APBD Kabupaten Jember 2020 Disorot DPRD
-
Dikira Tidur, 2 Remaja Jember Tewas Tergeletak di Belakang Rumah Tetangganya
-
Astaga! Dua Keluarga di Jember Tinggal Serumah Positif Covid-19, Satu Meninggal
-
Klaster Keluarga di Jember, Satu dari 14 Orang Terpapar Covid-19 Meninggal
-
Pemkab Jember Buka 4.305 Formasi CPNS dan PPPK, Segera Daftar
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
- Israel Bombardir Kantornya di Teheran, Keberadaan Imam Ali Khamenei Masih Misterius
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
Pilihan
-
Profil Mojtaba Khamenei: Sosok Kuat Penerus Ali Khamenei, Calon Pemimpin Iran?
-
Iran Akui Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia, Umumkan Masa Berkabung 40 Hari
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
Terkini
-
22 Ribu Tiket Kereta Lebaran dari Malang Diskon 30% Masih Tersedia, Cek Daftarnya!
-
Safari Ramadan, Momen Kaesang Pangarep Disuguhi Sate di Ponpes Nurul Qadim Probolinggo
-
CEK FAKTA: BLT Desa 2026 Rp 300 Ribu per Bulan untuk Warga yang Belum Dapat Bantuan, Benarkah?
-
Uang Palsu Pecahan Rp 100 Ribu Beredar di Magetan, Pengedarnya Diduga Pria Asal Bojonegoro
-
Jatim Resmi Buka Mudik Gratis Lebaran 2026, 7.000 Kuota Bus dan Kapal Laut Disiapkan ke 20 Daerah