SuaraJatim.id - Agama Islam masuk ke Indonesia pada sekitar abad ke-11 dan dibawa oleh pedagang dari Gujarat, India. Sejak saat itulah mulai berkembang agama terbesar di Indonesia ini.
Salah satu bukti berkembangnya agama Islam adalah dengan banyaknya jumlah masjid yang tersebar di Indonesia.
Masjid-masjid tersebut bahkan saat ini ada yang menjadi destinasi wisata. Tak hanya kental dengan sejarahnya, tetapi juga karena bangunannya yang unik dan menarik untuk dikunjungi. Beberapa di antaranya berlokasi di Jawa Timur.
Berikut ulasan beberapa masjid yang bersejarah dan terbilang unik di Jawa Timur.
Masjid Ampel (Surabaya)
Masjid Ampel merupakan salah satu masjid tertua yang ada di Surabaya. Masjid ini berada di Jalan Petukangan I, kelurahan Ampel, kecamatan Semampir, kota Surabaya, Jawa Timur. Sesuai namanya, masjid ini didirikan oleh Raden Rahmat atau yang lebih dikenal dengan Sunan Ampel.
Masjid ini didirikan pada 1421 yang artinya Masjid Ampel sudah berusia hampir 600 tahun. Gaya arsitektur masjid ini memadukan nuansa Jawa Kuno dan Arab Islami. Masjid ini juga memadukan akulturasi budaya lokal dan Hindu Budha pada bangunannya. Kawasan Ampel merupakan kawasan yang mayoritas penduduknya bertenis Arab.
Di sebelah barat Masjid Ampel terdapat makam Sunan Ampel. Masjid ini menjadi tujuan wisata religi bagi masyarakat dari berbagai daerah.
Masjid Tiban (Malang)
Baca Juga: Penganiaya Pemosting Lomba Burung Gresik Diamankan, Pelakunya Ada Pasangan Suami Istri
Masjid Tiban juga dikenal sebagai Masjid Turen. Masjid ini terletak di area pondok pesantren Salafiyah Bihaaru Bahri’asali Fadlaailir Rahmah di Kecamatan Turen, Kabupaten Malang.
Arsitektur masjid ini kental dengan nuansa khas Timur Tengah. Ada menara-menara yang menjulang tinggi serta kubah dengan beragam warna.
Lorong-lorong Masjid Tiban juga sangat unik. Masing-masing menyajikan pemandangan sendiri. Ada Lorong yang diisi dengan akuarium dengan beragam jenis ikan. Ada lorong yang mirip seperti gua dengan stalaktit dan stalakmit di bagian atapnya.
Selain sangat luas, masjid ini juga tergolong tinggi. Saat berkunjung ke sana, Anda bisa melihat pemandangan alam di sekitar Turen dari ketinggian masjid.
Masjid ini juga terkenal akan mitosnya. Yani pembangunan masjid yang terkenal dengan bantuan jin. Padahal, pembangunan Ponpes Bi Ba'a Fadlrah melalui proses yang panjang. Dan tidak tiba-tiba berdiri sendiri dalam semalam seperti isu yang beredar.
Masjid Cheng Ho (Surabaya)
Berita Terkait
-
Penganiaya Pemosting Lomba Burung Gresik Diamankan, Pelakunya Ada Pasangan Suami Istri
-
Pedagang Kawasan Wisata Religi Ampel Kibarkan Bendera Putih: Sudah Menyerah
-
Penyandang Tunagrahita di 'Kampung Idiot' Ponorogo Disuntik Vaksin
-
Bersimbah Darah, Ternyata PMI Asal Pamekasan Ini Melahirkan di Tempat Karantina Surabaya
-
Viral Jemaah Sebut Covid-19 Hanya Muncul di Rumah Sakit, Corona Tak Ada di Masjid
Terpopuler
- Total Dana Korban Penipuan Tembus Rp811,1 Miliar, Sebanyak 702.833 Rekening Diblokir
- Media Inggris: FIFA ASEAN Cup Akal-akalan Infantino Pertahankan Posisi, Prabowo Kena Prank
- Arti Mimpi Ketemu Orang yang Sudah Meninggal tapi Tidak Bicara Menurut Primbon Jawa
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
Pilihan
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
Terkini
-
Bawa Polisi, Suami Gerebek Oknum Dokter dan Istrinya di Ruang Kepala Puskesmas Sampang
-
Pembebasan Bersyarat Dicabut, Bechi Kembali ke Lapas Malang, 6 Pegawai Diperiksa
-
Bupati Pamekasan Buka Suara Soal Rusuh Indomaret: Sudah Diberi SP1, Malah Nekat Bangun Malam Hari
-
Diteror Foto Asusila Editan AI, Wanita di Gresik Menangis Histeris di Depan Kapolres
-
Rencana Nikah Berujung Bui: Sejoli di Kediri Tega Habisi dan Kubur Bayi demi Tutupi Aib