Scroll untuk membaca artikel
Muhammad Taufiq
Sabtu, 31 Juli 2021 | 11:24 WIB
Google doodle hari ini [Foto: Google]

Sariamin menerbitkan novel pertamanya, ‘Jikalau Tak Untung’ pada tahun 1933, yang menjadikannya sebagai novelis perempuan pertama dalam sejarah Indonesia.

Novel ini diterbitkan oleh Balai Pustaka milik pemerintah, konon inspirasi novel ini yaitu beberapa peristiwa nyata dalam hidupnya yaitu tunangannya yang menikahi wanita lain, dan kisah dua sahabat kecilnya yang saling jatuh cinta namun tak mampu bersatu. Sariamin kembali menerbitkan novel pada tahun 1937 berjudul ‘Karena Adanya’.

Selama tahun 1928 dan 1930, Sariamin ditunjuk sebagai ketua perkumpulan pemuda Islam, Jong Islamieten Bond untuk wilayah Bukittinggi.
Menjelang penghabisan tahun 1930-an Sariamin menjadi wartawan penulis yang cukup vokal di majalah perempuan Soeara Kaoem Iboe Soematra, yang juga diurus sepenuhnya oleh perempuan.

Dengan nama samaran Seleguri, dia mengutuk poligami dan menekankan pentingnya hubungan dalam keluarga inti. Setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya pada tahun 1945, Sariamin menghabiskan dua tahun sbg anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kawasan wilayah Riau.

Baca Juga: Google Doodle Hari Ini Tampilkan Sosok Sariamin Ismail

Sariamin tetap menulis dan mengajar di Riau sampai tahun 1968. Sebelum tahun 1986, beliau telah menelurkan tiga antologi puisi dan suatu kisah anak-anak.

Sariamin menulis novel terakhirnya, ‘Kembali ke Pangkuan Ayah’ pada tahun 1986. Sebelum wafat pada tahun 1995 Sariamin menerbitkan dua antologi puisi lagi dan suatu film dokumenter tentang kisah kehidupannya.

Hasil Karya Sariamin :

Jikalau Tak Untung (1933)

Pengaruh Adanya (1937)

Baca Juga: Semarakkan Olimpiade Tokyo 2020, Google Doodle Hari Ini Ditemani Roh Pohon

Puisi Baru (1946; antologi puisi)

Load More