SuaraJatim.id - Kabar duka menyelimuti para pendaki Gunung Semeru. Sosok “orang tua” mereka telah pergi meninggalkan dunia.
Mak Yem, seorang perempuan yang sudah menjadi sosok ”ibu” bagi para pendaki Gunung Semeru dikabarkan telah meninggal dunia. Mak Yem menyusul sang suami, Toemari yang terlebih dahulu meninggal dunia pada 9 Januari lalu.
Toemari dan Mak Yem dikenal sebagai salah satu pasangan suami istri di Ranupani, Lumajang yang akrab dengan para pendaki.
Kabar duka tersebut salah satunya diunggah oleh akun instagram @infomalangraya.
“Mohon doanya. Para pendaki Gunung Semeru kehilangan kedua “Orang tua” mereka. Pak Toemari dan Mak Yem dikenal sebagai salah satu pasangan suami istri di Ranupani, Lumajang yang akrab dengan para pendaki,” tulis caption pada unggahan tersebut dikutip SuaraJatim.id, Minggu (1/8/2021).
Diketahui, mak yem menyusul kepergian pak Toemari pada tanggal 20 Juli 2021 lalu. Sebelumnya, pak Toemari meninggal di usia 93 tahun pada 9 Januari 2021 pukul 16.31 WIB.
Bagi para pendaki, kedua sosok ini sudah tidak asing lagi. Para pendaki biasa makan dan menginap di rumah pak Toemari. Bahkan, pak Toemari pun tak memungut biaya. Atas kebaikannya itu, ia dianggap legenda hidup Semeru. Serta dianggap sebagai orang tua sendiri bagi para pendaki.
Aktivis mahasiswa Soe Hok Gie pun diketahui sempat singgah di rumah Pak Toemari sebelum naik ke puncak. Soe Hok Gie merupakan aktivis mahasiswa dan tercatat sebagai anggota mahasiswa pecinta alam (Mapala) Universitas Indonesia yang meninggal di puncak Semeru karena keracunan.
Ungkapan kehilangan pun disampaikan oleh warganet.
Baca Juga: Bikin Takjub! Ini 5 Keindahan Gunung Merbabu Yang Diburu Para Pendaki
“Innalillahi wainailaihirojiun semoga husnul khotimah aamiin Aamiin Ya rabbal allamin,” ujar @demmy_yusuf.
“semoga di beri tempat yg layak di sisih Nya,” imbuh @expostmalang.
“Smg d beri tmpt yg terindah d sisi Alllh SWT,” kata @ganendra_prajna.
“Semoga husnul khatimah aamiin” ujar @sriiyuniari.
Kontributor : Fisca Tanjung
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
- Bawa Energi Positif, Ini 7 Warna Cat Tembok yang Mendatangkan Hoki Menurut Feng Shui
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- 3 Bedak yang Mengandung Niacinamide, Bantu Cerahkan Wajah dan Kontrol Sebum
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
SPPG Kaliwates 7 Jember Ditutup Usai Belasan Siswa Tumbang Akibat Keracunan MBG
-
Cemburu Buta Berujung Petaka: Ayah Anak di Pacitan Kompak Siram Air Keras ke Penjual Tempe
-
Tragedi Carok di Kebun Sengon: Duel Berdarah Dua Saudara di Lumajang, Satu Tewas Usai Pulang Ngarit
-
Misteri Kardus di Bawah Pohon Beringin: Bayi Ditemukan Terlantar di Tengah Sawah Tulungagung
-
Ditahan Militer Israel, Sosok Herman Relawan Asal Ponorogo di Mata Keluarga