SuaraJatim.id - Harga ikan di wilayah Lamongan melejit gegara cuaca ekstrem. Nelayan setempat tidak melaut sehingga pasokan ikan berkurang beberapa hari terakhir.
Cuaca buruk dan ekstrem tersebut sudah terjadi sejak beberapa hari terakhir ini. Para nelayan setempat memilih menyandarkan perahunya menunggu sampai cuaca kembali normal lagi.
Seperti dijelaskan Direktur Pasar Ikan Hartono. Ia mengatakan, kenaikan harga ikan dalam dua minggu terahkir ini karena cuaca buruk, akibatnya sejumlah kapal ikan disandarkan oleh pemiliknya.
"Cuaca buruk yang terjadi di Pantura Lamongan selama beberapa hari terakhir, membuat para nelayan di Kecamatan Brondong dan Paciran memilih untuk tidak melaut dan menyandarkan perahunya," katanya, seperti dikutip dari suaraindonesia.co.id, jejaring media suara.com, Senin (30/08/2021).
Akibatnya, lanjutnya harga ikan mengalami kenaikan secara signifikan karena jumlah pasokan ikan berkurang.
"Dengan adanya pasokan ikan laut berkurang mengakibatkan harga ikan disejumlah Pasar Ikan di Lamongan juga mengalami kenaikan yang cukup siknifikan," ujarnya.
Dari data yang diterima, harga Kakap Merah yang semula Rp 60.000/kg kini naik menjadi Rp 100.000 /kg, Tongkol dari harga Rp 15.000 /kg kini menjadi Rp 32.000/kg. Sedangkan harga Tengiri Rp 50.000 kini Rp 70.000/kg nya.
Sedangkan ikan tawar seperti Gurami Rp 35.000/kg kini menjadi Rp 55.000/kg, Iklan Tambro Rp10.000 /kg jadi Rp 20.000 /kg dan harga Bandeng Rp 20.000 menjadi Rp 30.000 /kg.
Baca Juga: Sebagian Warga Kecewa Vaksinasi di Alun-alun Lamongan: Kerumunan Tanpa Jaga Jarak
Berita Terkait
-
Sebagian Warga Kecewa Vaksinasi di Alun-alun Lamongan: Kerumunan Tanpa Jaga Jarak
-
Mahasiswa Asal Semarang Dikeroyok di Lamongan
-
5 Cara Memilih dan Rawat Ikan Cupang Agar Berumur Panjang
-
Lihai! 2 Bandit Lamongan Ini Baru Tertangkap Setelah 19 Kali Bobol Indomart dan Alfamart
-
Tuntaskan Vaksinasi Covid, Trio Brasil Persela Siap Tempur di Pekan Pembuka Liga 1
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
Terkini
-
Kecelakaan Beruntun di Madiun: Rem Mendadak Bus Jaya Jadi Mimpi Buruk Truk J&T
-
Nyawa Pelajar Sampang Melayang, Penabrak Hilang di Kegelapan Malam
-
Petaka di Perairan Sumenep: Perjuangan Terakhir Kakek Rusdi Saat Perahu Keluarga Karam
-
Viral Rembesan di Tanggul Porong Sidoarjo: Ini Hasil Pengecekan BPBD
-
MAKI Geruduk Kejati Jatim Usai Temuan Emas dan Uang Diduga Milik Jampidsus, Ini Tuntutannya