Scroll untuk membaca artikel
Muhammad Taufiq
Kamis, 30 September 2021 | 11:26 WIB
Pria yang diduga selingkuh di kosan [Foto: Suarajatimpost]

SuaraJatim.id - Warga Jalan Taung IV Mahameru Lingkungan Krajan Timur Kelurahan/Kecamatan Sumbersari Jember geger pagi-pagi. Di sebuah rumah kos pria Wisma Santika 2 ada perempuan teriak-teriak.

Perempuan ini menangis dan teriak histeris membawa dua anaknya di luar kosan. Diduga ia memergoki suaminya sedang selingkuh dan indehoy di dalam kamar kosan tersebut. Perempuan itu datang membawa dua anaknya ke sana.

Berikutnya sekitar pukul 5.00 WIB, warga menggerebek kosan tersebut karena diduga ada pasangan selingkuh di dalam kamar kos, Kamis (30/9/2021). Penggrebekan itu berawal dari adanya kericuhan di rumah kos tersebut.

Dari dalam kamar kos didapati salah satu penghuninya bernama Moch. Ali Ridho (27) warga Dusun Sumber Pinang, Desa Tegalwaru, Kecamatan Mayang, sedang bersama wanita diduga selingkuhannya bernama Dwi Putri Setiyani (21) warga Dusun Klanceng, Desa Ajung, Kecamatan Ajung.

Baca Juga: Pergoki Suami Selingkuh, SM Sakit Hati Gantung Diri di Kontrakan di Tangsel

Dikutip dari suarajatimpost.com, jejaring media suara.com, karena dianggap meresahkan, pasangan yang diduga berselingkuh itu diamankan polisi dan diamankan ke Mapolek Sumbersari.

"Tadi habis Subuh itu sekitar pukul 5 pagi, terdengar ada perempuan teriak-teriak. Dikira sedang acara ulang tahun tapi gak tahu aturan, akhirnya kami datang bermaksud mau menegur. Ternyata ada cowok dan cewek yang berada di dalam kamar, diduga sedang selingkuh. Nah istri sahnya datang dan menggerebek itu," kata Ketua RT 05 Bambang Hariyanto.

Saat digrebek itu, kata Bambang, pasangan laki-laki dan perempuan itu masih di dalam kamar kos nomor 1, dan tidak keluar dari dalam kamar.

"Kos-kosan ini padahal untuk laki-laki. Tapi kok ada ceweknya di dalam. Apalagi ternyata yang laki-laki sudah punya istri dan dua anak. Sehingga tadi bersama warga kita amankan dulu, dan agar urusan ini selesai kita panggil polisi dari Mapolsek Sumbersari," katanya.

Pantauan di lokasi rumah kos, pasangan selingkuh tersebut sama sekali tidak keluar dari dalam kamar. Sementara istri sah dari penghuni kos laki-laki itu bersama dengan dua anaknya sedang berada di luar rumah kos.

Baca Juga: Gegara Tempel Tulisan Begini, Wanita Ini Tak Pernah Kehilangan Makanan di Kulkas

Tidak lama pihak keluarga, ayah, ibu, dan kakak laki-laki dari penghuni kos datang dan bermaksud untuk menegur anak laki-lakinya itu.

"Tadi ibunya yang laki-laki datang dengan bapaknya, karena syok sempat pingsan dua kali. Mungkin kaget melihat kelakuan anaknya. Ini kami tunggu polisi agar nanti diselesaikan di Polsek Sumbersari," ujar Bambang.

Berselang tidak lama, 3 anggota Mapolsek Sumbersari datang ke lokasi untuk mengamankan pasangan yang diduga selingkuh itu. Dengan tertunduk malu memakai masker, pasangan selingkuh itu dibawa ke mobil polisi untuk diamankan ke Mapolsek.

Pemilik kos pria Wisma Santika 2 Prima membenarkan adanya penggrebekan pasangan yang diduga selingkuh di dalam kamar kos. Menurut Prima, rumah kos pria yang dikelolanya tidak pernah mengizinkan tamu perempuan untuk menginap di dalam kamar kos.

"Kebetulan tadi bangun tidur, saya dengar ada ramai-ramai. Ternyata ada pasangan selingkuh," kata Prima.

Rumah kos yang dikelolanya adalah khusus untuk pria. "Ini kosan cowok (pria), sebelumnya tidak ada kejadian kayak gini. Ya baru kali ini. Anggapannya (saya) keselip," ucapnya.

"Aturan di tempat kos saya, boleh tamu perempuan datang (berkunjung), tapi ada jam dan waktunya. Saya juga punya toko baju dan ada tamu (pria atau perempuan) untuk mengukur pakaian," ujarnya.

Terkait kericuhan di rumah kosnya itu, keluarga dari penghuni kos datang dan menggerebek di dalam kamar.

"Tadi datang istri dan anak-anaknya, juga ada ibunya (orang tua penghuni kos). Karena meresahkan tadi terus dibawa ke Polsek," ujarnya.

Sementara itu, menurut salah seorang anggota Polsek Sumbersari yang enggan disebutkan namanya mengatakan membawa pasangan diduga selingkuh itu ke mapolsek.

"Ini kita bawa ke Polsek untuk diproses, nanti lebih lanjut ke Kapolsek saja untuk lebih jelasnya," katanya menegaskan.

Load More