SuaraJatim.id - Sejak pandemi Covid-19 melanda seluruh dunia, membuat setiap orang merubah prioritasnya termasuk keuangan, berikut tips atur keuangan saat wabah agar tabungan Anda tidak jebol.
Jika dulu kebutuhan pokok hanya sebatas sandang, papan, dan pangan kini di masa wabah kebutuhan akan kesehatan pun meningkat tajam. Keluarga bahkan punya anggaran khusus untuk membeli masker, vitamin, dan melakukan tes swab untuk berbagai keperluan publik.
Tips mengatur keuangan saat wabah berikut ini bisa diterapkan agar disiplin menjaga pos keuangan. Termasuk jika salah satu anggota keluarga sakit.
1. Siapkan Jaminan Kesehatan
Jaminan kesehatan di kala wabah menjadi proteksi yang sangat penting. Asuransi kesehatan tentu bisa menjadi solusi bila ingin berobat secara praktis.
Setiap anggota keluarga harus mempersiapkan asuransi kesehatan ini jauh-jauh hari ketika masih sehat. Pilihannya bisa bermacam-macam tergantung kebutuhan dan kemampuan.
Satu keluarga bisa memanfaatkan jaminan kesehatan negara yang disiapkan oleh Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Pemilihan kelas layanan pun bisa disesuaikan dengan kemampuan finansial. Selebihnya, asuransi swasta bisa menjadi pilihan.
2. Siapkan Dana Darurat
Dana darurat menjadi dana cadangan apabila pengeluaran jebol di luar dari pos pendapatan utama. Dana darurat bisa dikumpulkan dengan cara menabung. Siapkan persentase setidaknya 10 persen dari gaji untuk menjadi dana darurat.
Baca Juga: Meski Pandemi Membaik, IDI Minta Pemerintah Perketat Penjagaan Pintu Masuk Indonesia
Dana darurat juga berfungsi sebagai pengaman apabila sumber pendapatan utama kita berkurang, baik itu karena pemutusan hubungan kerja atau efisiensi perusahaan.
3. Menambah Pendapatan
Tips atur keuangan saat wabah ini usahakan tidak menggantungkan hidup hanya dari satu sumber pendapatan. Sumber pendapatan kedua, ketiga, dan seterusnya akan menjadi proteksi jika terjadi pemangkasan pada sumber penghasilan utama.
Jika penghasilan utama berasal dari gaji kantor, maka penghasilan tambahan bisa didapatkan dari berdagang maupun bekerja secara lepas.
Penghasilan tambahan juga bisa membantu banyak hal misalnya menambah dana darurat, membayar premi asuransi hingga berinvestasi.
4. Proteksi Asuransi Jiwa
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Akal-akalan Peredaran Tramadol Ilegal di Jatim, Dijual di Marketplace Jadi Sparepart
-
Karhutla Bromo Meluas Jadi 176 Hektare, Pemadaman Diperkuat Dua Helikopter dan Drone
-
Polda Jatim Petakan Kerawanan Telaga Sarangan, Parkir hingga Bekas Longsor Jadi Perhatian
-
Kabel Tembaga Ngumpet di Jok Vario, Aksi Dua Pekerja di Gresik Berakhir di Tangan Polisi
-
Pilu! TKW Asal Tulungagung Tertipu Modus Asmara, Kerugian Capai Rp622 Juta