SuaraJatim.id - Protes penolakan rencana penambangan emas oleh PT Sumber Mineral Nusantara (SMN) di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur terus menggema. Kali ini datang dari Aliansi Rakyat Trenggalek.
Aksi protes massa aksi dari beberapa ormas kepemudaan dan kelompok aktivis lingkungan itu terjadi karena kabar adanya pertemuan tertutup perwakilan PT SMN di Hotel Hayam Wuruk. Konon pertemuan akan membahas rencana kegiatan tambang emas di daerah itu.
"Kami mendapat informasi ada kegiatan dari Dinas Kehutanan dan Provinsi atas nama PT SMN. Kabarnya pihak PT SMN mengirimkan surat ke kehutanan supaya memfasilitasi terkait hak pinjam pakai kawasan hutan. Dan kegiatan itu berlangsung di hotel sini selama tiga hari, mulai hari ini hingga Rabu," kata perwakilan massa aksi, Trigus, mengutip dari Antara, Selasa (26/10/2021).
Beberapa perwakilan massa aksi sempat masuk ke lobi dan aula hotel dengan maksud bertemu perwakilan pejabat pemerintah provinsi yang hadir maupun pihak PT SMN, namun tidak menemukan siapa pun.
Massa membubarkan diri usai bertemu dengan perwakilan hotel dan mendapat penjelasan tentang tamu hotel yang dimaksud. Sebelumnya, mereka mengaku mendapat bocoran surat resmi tentang kegiatan rapat tersebut.
"Ini tadi setelah kami kroscek dari kepala hotel mengatakan tidak ada. Tapi kami yakin mereka sudah menjadwalkan ini. Informasi kami valid dan telinga kami banyak," ujarnya.
Menurut Trigus, kegiatan rapat pihak Dishutbun Provinsi Jatim dengan pihak pemerintah daerah tertuang dalam undangan yang mereka dapatkan bocoran fisiknya, digelar di hotel Hayam Wuruk yang sedianya akan diselenggarakan mulai 25-27 Oktober.
"Kami bisa memastikan itu sah sehingga kami bisa melegitimasi bahwa PT SMN itu memang selintutan dan kami sebut seperti maling tingkah lakunya," katanya.
Koordinator aksi Papang menyebut, aksi serupa akan terus dilakukan oleh kelompok masyarakat itu bersama masyarakat Trenggalek lainnya yang menolak aktivitas tambang.
Baca Juga: Izin Tambang Emas di Trenggalek Ditunda, Ini Alasan Pemprov Jatim
Pihaknya akan terus menyuarakan tuntutannya, yakni menolak eksploitasi tambang emas dan meminta PT SMN hengkang dari Kabupaten Trenggalek.
"Kami akan tetap menolak. Kami tidak membenturkan dengan masyarakat pro (tambang). Kami hanya sampaikan ada itikad tidak baik (dari PT SMN) untuk merusak lingkungan dengan aktivitas tambang itu. Bahkan Pak Bupati (Mochamad Nur Arifin) terang-terangan menolak aktivitas tambang emas," tutur Papang.
Setelah mendapat gelombang penolakan dari berbagai pihak, bahkan Bupati Trenggalek Moch Nur Arifin. Namun, secara legal PT SMN telah mengantongi izin usaha penambangan operasi produksi (IUP-OP) sejak 2019.
Dalam IUP-OP itu, PT SMN bahkan sudah membayar jaminan reklamasi dan pascatambang jelang batas akhir waktu pembayaran pada 2021.
Kabar itulah yang kemudian membuat masyarakat yang menolak tambang emas kian resah. "Izin IUP-OP memang sudah keluar pada tahun 2019 dan pembayaran reklamasi baru beberapa waktu lalu, tahun (2021) ini. Izin keluar 2019 (jaminan reklamasi) baru dibayar di tahun 2021 di masa-masa 'injury time'. Yang belum punya izin kawasan dari kehutanan dan itu yang dikejar hari ini dan kami akan mengawasi itu," katanya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Cari HP Samsung Murah? Ini 8 Galaxy A Series yang Layak Dipilih
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
Buntut 198 Siswa dan Guru Tumbang Usai Santap MBG, SPPG di Tulungagung Disetop 20 Hari
-
Pengedar Sabu Asal Madura Dicokok di Surabaya Demi Nyabu Gratis
-
Niat Tambah Nafkah Berujung Duka, Guru SDN 6 Kare Korban Tragedi KM Virgo Ditemukan Tewas
-
TP2DD Jatim Raih Penghargaan, Gubernur Khofifah Pastikan Digitalisasi Bermanfaat bagi Masyarakat
-
Putra Proklamator yang Rela Tidur di Gudang: Mengenang Kesahajaan Guruh Soekarnoputra