SuaraJatim.id - Sebuah video yang memperlihatkan oknum prajurit TNI meminta KTP seorang warga yang tidak mau vaksinasi, viral di media sosial. Diketahui, peristiwa tersebut terjadi di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur.
Bahkan, oknum TNI tersebut mengaku akan mengunci KTP tersebut sehingga pemilik KTP tidak bisa melakukan semua urusan administrasi.
Dalam video berdurasi 1 menit 31 detik yang diunggah oleh akun instagram @4maze, terlihat seorang pria berbaju seragam TNI menginterogasi seorang warga dan memintanya untuk vaksin. Namun, pria tersebut tetap menolak, hingga diminta KTP.
"KTP samean mana," ujar oknum TNI tersebut.
"buat apa pak," jawab seorang pria.
"KTP nya mana. samean nggak mau divaksin to, KTP nya mana," jawab si oknum TNI.
Setelah mendapatkan KTP, dia kemudian memfoto KTP tersebut sembari mengatakan jika akan mengunci KTP tersebut.
"Saya kunci semua samean, kegiatan samean, samean mau minta apa gabisa," kata dia.
Pria tersebut juga dituduh sebagai anggota ormas.
Baca Juga: Dua Prajurit TNI di Malang Jual Bakwan Demi Bantu Orang Tuanya
"Samean FPI ya," ujar oknum TNI itu.
"saya rakyat pak, saya bukan FPI, saya cuman rakyat biasa, cuman saya nggak mau divaksin," jawab pria tersebut.
Unggahann itu pun mendapat beragam reaksi dari warganet.
"Gajelas tapi saya bayar pajak pak, buat gaji bapak juga pajaknya," ujar @putra***
"Kok bawa fpi pulak bapak negara ini apa masalah bapak sama fpi pak?," kata @508***
"FPI terooooooos, pdhl dah bubar. Ngk pernah gitu bahas PKI yang sudah sangat jelas, malah di bilang PKI udh ngk ada, giliran FPI udh ngk ada masih di bahas teroooooooos. Pdhl sama sama ngk ada. Apaan sih," terang @dwi***
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Diduga Kelelahan, Relawan Korban Gempa NTT Meninggal Dunia, Ini Kronologinya
-
Gubernur Khofifah Terima Penghargaan Jasa Bakti Koperasi Nayaka Mahambara dari Menteri Koperasi
-
Selangkah Lagi Bandara Dhoho Kediri Jadi Embarkasi Haji, Saudia Airlines Mulai Cek Kesiapan
-
Nekat Jualan Dekat Masjid, Toko Miras di Blitar Akhirnya Digembok
-
Rekor MURI Esther Irawati: Profesor AI Perempuan Termuda RI yang Perangi Hoaks Lewat Mata Digital