- Kantor SAR Maumere mengevakuasi jenazah relawan Ahmad Zaki Ali di Manggarai Timur pada Sabtu.
- Korban meninggal karena kelelahan saat mendistribusikan bantuan gempa bumi di Flores pada Jumat petang.
- Jenazah dibawa menggunakan Helikopter Basarnas ke Labuan Bajo untuk dipulangkan menuju rumah duka di Jakarta.
SuaraJatim.id - Kantor SAR Maumere bersama unsur SAR setempat mengevakuasi jenazah seorang relawan kemanusiaan yang meninggal dunia saat menjalankan misi penanganan bencana gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Deputi Operasi dan Siaga Basarnas Mayjen TNI (Mar) Edy Prakoso, mengatakan proses evakuasi dilakukan secara cepat untuk memastikan jenazah dapat segera dibawa keluar dari lokasi bencana dan selanjutnya dipulangkan ke Jakarta.
“Pukul 07.04 WITA (Sabtu), Tim Heli Dauphin Basarnas telah mendarat di Helipad Kampung Ronting, Desa Satar Kampas, Kabupaten Manggarai Timur, dan langsung memproses evakuasi jenazah almarhum," kata dia, Sabtu (22/8/2026).
Diketahui, korban bernama Ahmad Zaki Ali (38) merupakan pendiri Relawan Gerak Bareng. Almarhum dilaporkan meninggal dunia akibat kelelahan saat menjalankan misi pendistribusian bantuan dari Reo, Kabupaten Manggarai menuju Desa Satar Padut, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur pada Jumat (21/8) petang.
Setelah proses evakuasi dilakukan dari lokasi penanganan bencana, Helikopter Dauphin Basarnas membawa jenazah menuju Bandara Komodo, Labuan Bajo. Setibanya di Labuan Bajo, jenazah kemudian dibawa ke RSUD Pratama Komodo untuk pemulasaraan sebelum melanjutkan perjalanan menuju rumah duka di Jakarta.
Kantor SAR Maumere bersama seluruh potensi SAR menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya Ahmad Zaki Ali. Ia dinilai sebagai relawan yang telah mendedikasikan tenaga dan kepeduliannya untuk membantu masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur.
Mayjen Edy mengatakan dedikasi Ahmad Zaki Ali dalam misi kemanusiaan menjadi bagian dari perjuangan bersama dalam membantu masyarakat yang membutuhkan di tengah situasi bencana.
Sebelumnya, Edy telah menyampaikan bahwa Basarnas masih akan bersiaga di NTT untuk memberikan pertolongan yang dibutuhkan masyarakat, termasuk pendistribusian bantuan berupa logistik kebutuhan pokok maupun perlengkapan pengungsian ke daerah-daerah terdampak.
"Kami siap melakukan upaya pencarian, pertolongan, dan pelayanan kemanusiaan melalui jalur darat maupun udara guna memastikan seluruh masyarakat terdampak memperoleh bantuan secara cepat, tepat, dan optimal," kata Edy.
Baca Juga: Evaluasi Boleh, Bubar Jangan! Suara Relawan SPPG Blitar Raya Dukung Program MBG
[ANTARA]
Berita Terkait
Terpopuler
- Total Dana Korban Penipuan Tembus Rp811,1 Miliar, Sebanyak 702.833 Rekening Diblokir
- Media Inggris: FIFA ASEAN Cup Akal-akalan Infantino Pertahankan Posisi, Prabowo Kena Prank
- Arti Mimpi Ketemu Orang yang Sudah Meninggal tapi Tidak Bicara Menurut Primbon Jawa
- Menyakitkan Para Pencari Kerja, Guru Besar UGM: Perbuatan Gibran Tercela, Harus Diselesaikan
- Profil Suhartoyo, Ketua MK yang Menolak Gugatan Soal Ijazah Gibran
Pilihan
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
Terkini
-
Nikmati Sensasi Nonton Istimewa, Ada Promo The Premiere Khusus Nasabah BRI
-
Detik-detik Evakuasi Bocah Tenggelam di Dasar Sungai Ponorogo, Kakinya Terjepit Batu
-
Utamakan Kesehatan, Nasabah BRI Private dan BRI Prioritas Nikmati Keistimewaan Prodia
-
Jejak CCTV Tak Bisa Bohong: Pasutri Muda di Banyuwangi Ditangkap Usai Buang Bayi
-
Catut Tanah Orang Lain Senilai Rp1,25 Miliar, Oknum Anggota DPRD Pasuruan Dipolisikan