Wakos Reza Gautama
Sabtu, 22 Agustus 2026 | 08:46 WIB
Bandara Internasional Dhoho Kediri, Jawa Timur menyiapkan infrastruktur maupun operasional guna mendukung persiapan menjadi lokasi embarkasi haji dalam musim haji mendatang. [ANTARA]
Baca 10 detik
  • Kementerian Haji dan Umrah bersama Saudia Airlines meninjau Bandara Dhoho Kediri pada Jumat (21/8/2026) untuk persiapan embarkasi haji.
  • Pengelola dan otoritas terkait memastikan fasilitas terminal, pesawat berbadan lebar, serta prosedur CIQ memenuhi standar operasional penerbangan.
  • Transformasi bandara ini bertujuan memudahkan jemaah dari Kediri dan sekitarnya agar tidak perlu ke Surabaya.

SuaraJatim.id - Bagi masyarakat di wilayah Mataraman, Jawa Timur, perjalanan panjang menuju Tanah Suci kini terasa semakin dekat. Bandara Internasional Dhoho Kediri tengah bersiap mencatatkan sejarah baru dengan bertransformasi menjadi gerbang keberangkatan atau embarkasi haji dalam musim mendatang.

Geliat persiapan ini bukan sekadar rencana di atas kertas. Kabar terbaru menyebutkan bahwa Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia telah turun langsung meninjau setiap sudut bandara kebanggaan warga Kediri ini.

Visitasi tersebut menjadi ujian penting bagi Dhoho untuk memastikan seluruh infrastruktur dan operasionalnya layak melayani para tamu Allah.

Direktur PT Surya Dhoho Investama, Maksin Arisandi, mengungkapkan bahwa kunjungan ini merupakan langkah krusial. Masukan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah dan maskapai, akan menjadi kompas bagi pengelola untuk menyempurnakan fasilitas yang ada.

"Kami melihat visitasi ini sebagai bagian penting untuk memastikan kesiapan Bandara Dhoho secara menyeluruh. Dukungan kami penuh agar pelayanan kepada jemaah nantinya berlangsung aman dan nyaman," ujar Maksin, Jumat (21/8/2026).

Tak hanya otoritas pemerintah, maskapai raksasa asal Arab Saudi, Saudia Airlines, juga ikut ambil bagian dalam peninjauan ini.

Mereka menelisik detail teknis mulai dari fasilitas sisi udara (airside), slot waktu penerbangan, hingga urusan logistik dan katering yang akan disajikan di atas awan.

Secara teknis, Bandara Dhoho memang dirancang untuk menampung pesawat berbadan lebar (wide body). General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Dhoho, Rahmat Yoni Saputra, menyatakan bahwa pada dasarnya fasilitas terminal dan sisi udara sudah sangat mumpuni.

"Secara umum, Bandara Dhoho telah siap mendukung penerbangan haji. Namun, kami tetap melakukan penguatan pada sejumlah aspek teknis agar selaras dengan regulasi dan kebutuhan maskapai," jelas Rahmat.

Baca Juga: Curhat Pilu Santri Kediri di Balik Tembok Pesantren: Jadi Korban Pelecehan Sesama Jenis

Aspek keamanan, kenyamanan terminal, layanan ground handling, hingga prosedur CIQ (Customs, Immigration, Quarantine) menjadi fokus utama dalam rapat koordinasi lintas sektoral yang digelar baru-baru ini.

Semua lini dipastikan harus klik satu sama lain agar proses transit jemaah dari asrama menuju pesawat berjalan tanpa hambatan.

Keberadaan Bandara Dhoho sebagai embarkasi haji diharapkan menjadi solusi bagi jemaah asal Kediri, Blitar, Tulungagung, dan sekitarnya. Mereka tak perlu lagi menempuh perjalanan darat yang melelahkan menuju Surabaya. (ANTARA)

Load More