SuaraJatim.id - Seorang ibu rumah tangga di Jember menjadi tersangka kasus penganiayaan terhadap putrinya sendiri hingga korban meninggal dunia.
Ibu R (31) tinggal di Desa Jamintoro, Kecamatan Sumberbaru, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Anak perempuannya masih kelas satu SD, usianya baru enam tahun.
Guru korban menaruh curiga setelah melihat memar-memar di bagian tubuh korban.
Guru kemudian bertanya kenapa memar dan dijawab korban telah dipukul ibu.
Korban sakit dan muntah-muntah selama sepekan.
Dari hasil pemeriksaan, kata Kepala Unit Perlindungan dan Perempuan Anak Kepolisian Resor Jember Inspektur Satu Dyah Vitasari, “Kepala korban dipukuli dengan menggunakan gayung oleh tersangka. Kaki dan tangan dipukuli pakai sapu lidi.”
R mengakui telah menganiaya putrinya beberapa kali.
Beberapa waktu sebelum meninggal, suhu tubuh korban naik, muntah-muntah, dan sesak napas.
Kepala Unit Reserse dan Kriminalitas Kepolisian Sektor Sumberbaru Ajun Inspektur Satu Susanto mengatakan, R menganiaya putrinya karena "sering buang air di celana.” Tidak ada penjelasan lebih mendalam dalam laporan Beritajatim mengenai kenapa R tega menganiaya anaknya.
Baca Juga: Kasus Penganiayaan Dan KDRT Terbanyak Diselesaikan Dengan Restorative Justice
Korban meninggal dunia pada Selasa pukul 02.30 WIB.
Kasus penganiayaan yang dilakukan orang tua terhadap anak juga pernah terjadi di Sumatera Utara.
Ayah dan ibu tiri mengaku sering menganiaya putrinya karena korban sering menghabiskan lauk.
"Saya khilaf, karena anak saya sering menghabiskan lauk. Saat ayahnya pulang kerja ngak ada lagi makanan, makanya saya pukul pakai ranting kecil," kata ibu tiri dalam laporan Suara.sumut.
Ayah kandung dan ibu tiri kemudian ditangkap polisi.
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Misteri Bayi dalam Plastik Hitam di Ponorogo: Hasil Autopsi Ungkap Fakta Memilukan Sebelum Dibuang
-
Dolar Tembus Rp17.600, 'Badai' Harga Pangan Mulai Hantam Dapur Warga Bojonegoro
-
Bayi Merah dengan Ari-ari Masih Menempel Dibuang di Halaman Rumah Warga Jombang
-
85 Koperasi Desa Merah Putih Resmi Beroperasi di Blitar, Bagaimana Harganya?
-
Jasad Bayi Membusuk dalam Kantong Plastik Gegerkan Warga Babadan Ponorogo