SuaraJatim.id - Gejala varian IHU sudah bisa diketahui. Varian IHU adalah varian baru virus corona yang diyakini berasal berasal dari Kamerun, Afrika Barat sudah menginfeksi 12 orang di Prancis.
Dikutip dari Himedik, Varian IHU akan gagal dikendalikan penularannya, seperti varian Omicron. Tom Peacock, seorang ahli virologi di Imperial College justru mencoba meyakinkan bahwa tak ada yang perlu dikhawatiran dari varian IHU tersebut.
Sebuah makalah yang diterbitkan dalam jurnal medis MedRxiv adalah yang pertama melaporkan varian IHU tersebut.
Tapi, Tom Peacock, seorang ahli virologi di Imperial College justru mencoba meyakinkan bahwa tak ada yang perlu dikhawatiran dari varian IHU tersebut.
"Virus corona Covid-19 ini memiliki peluang yang bisa menyebabkan masalah, tetapi tidak pernah benar-benar terbukti," kata Tim Peacock dikutip dari Express.
Sebuah makalah yang diterbitkan dalam jurnal medis MedRxiv adalah yang pertama melaporkan varian IHU tersebut.
Gejala pernapasan yang tercatat dengan strain sebelumnya, termasuk batuk kering dan sesak napas, atau kesulitan bernapas.
Hanya saja, para ahli masih membutuhkan penelitian lebih lanjut mengenai varian IHU tersebut untuk menemukan gejala lengkapnya.
Satu hal yang paling mengkhawatirkan dari varian IHU ini adalah memiliki 46 mutasi yang mungkin bisa mengikat sel manusia dan memungkinkan virus berkembang.
Baca Juga: Sudah Divaksin Penuh, Putri Mahkota Swedia Positif Covid-19
Varian IHU yang dikenal sebagai B.1.640.2 terlihat bermasalah karena terdiri dari total 46 mutasi pada protein lonjakannya.
Para peneliti enggan terburu-buru untuk mengambil kesimpulan mengenai varian IHU tersebut.
Berita Terkait
-
Mengenal COVID-19 'Stratus' (XFG) yang Sudah Masuk Indonesia: Gejala dan Penularan
-
Kenali Virus Corona Varian Nimbus: Penularan, Gejala, hingga Pengobatan Covid-19 Terbaru
-
Mengenal Virus Corona Varian Nimbus, Penularan Kasus Melonjak di 13 Negara
-
Asia Diguncang Covid-19: Bisakah Indonesia Pertahankan Status Aman?
-
7 Fakta Kenaikan Kasus COVID-19 Dunia, Thailand Kembali Berlakukan Sekolah Daring
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- 5 Parfum Scarlett yang Wanginya Paling Tahan Lama, Harga Terjangkau
- Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
- Membedah 'Urat Nadi' Baru Lampung: Shortcut 37 KM dan Jalur Ganda Siap Usir Macet Akibat Babaranjang
- 5 Rekomendasi Sepeda Roadbike Rp1 Jutaan, Cocok untuk Pemula hingga Harian
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Menutup Celah Maut: Jembatan Kembar Cangar Segera Dipagari 'Benteng' Baja
-
Pengusaha Terjebak Perangkap Sindikat di Gresik: Pelakunya Mahasiswa hingga Residivis
-
BRI Fokus UMKM 2026: Kredit Rp1,211 Triliun Berhasil Dorong Laba 13,7%
-
Mencekam di Wonokusumo: Baru 2 Bulan Pulang dari Malaysia, Hasan Tewas Dibantai 4 Eksekutor Berhelm
-
Bus Haji Probolinggo Seruduk Rombongan Bekasi, Satu Jemaah Masih Berjuang di RS Al-Hayat